Connect with us

SAMARINDA

Kaltim Andalkan Atlet Pelatnas untuk Meraih Medali Kerjunas

Published

on

Pada kejurnas tahun ini, menurunkan total 24 atlet anggar untuk tim pra-PON, ditambah 24 atlet kadet, junior, dan senior untuk kejurnas.

Kaltimraya.com, Samarinda – Pengurus Provinsi ( Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kalimantan Timur mengandalkan sejumlah atlet yang tergabung dalam pelatnas untuk merebut medali pada kejurnas anggar 2019 di Semarang, Jawa Tengah.

Ketua IKASI Kaltim, Muslimin kepada awak media di Samarinda, Senin (7/10/2019) mengatakan saat ini ada dua atlet asal Kaltim yang tergabung dalam pelatnas SEA Games 2019 di Korea Selatan.

“Dua atlet tersebut yakni Gaby Novita dan Ima Safitri dan bermain di nomor sabel, keduanya saat ini tengah berada di Korea Selatan bersama tim pelatnas, dan untuk kejurnas tahun ini mereka kita pulangkan untuk bergabung dulu dengan tim Kaltim di kejurnas,” beber Muslimin.

Muslimin menilai, hadirnya Gaby dan Ima, bakal menambah kekuatan tim sabel putri untuk meraih medali emas di kejuranas.

“Mereka kita harapkan bisa meraih medali di nomor perorangan, pun demikian mereka juga punya peluang juara di nomor beregu,” jelasnya.

Pertimbangan untuk menarik dua atlet tersebut, dikatakan Muslimin, bukan terkait dengan alasan target medali semata.

Namun, karena kejurnas 2019 tersebut juga dijadikan ajang untuk prakualifikasi PON 2020 di Papua, maka kedua atlet tersebut tetap dilibatkan untuk mewujudkan target kuota atlet di PON 2020 mendatang.

“Selain itu, ada kebijakan dari PB Ikasi, bahwa atlet pelatnas tidak otomatis dapat wild card di PON, kuota penentuannya tetap melalui Pra- PON,” beber Muslimin.

Pada kejurnas tahun ini, Muslimin menurunkan total 24 atlet anggar untuk tim pra-PON, ditambah 24 atlet kadet, junior, dan senior untuk kejurnas.

“Target kami, lolos sebanyak- banyaknya di PON, meski demikian kami tetap optimis meraih medali, mengingat Gaby dan Imasafitri juga diturunkan,” jelasnya.

Diketahui jadwal pra-PON akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 10-14 Oktober dan disambung kejurnas pada 15-22 Oktober 2019. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMARINDA

Hetifah Terima Kunjungan DPRD Paser

Published

on

Anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat menerima kunjungan rombongan dari DPRD Kabupaten Paser, Kamis (17/10/2019).

Kaltimraya.com, Jakarta – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan rombongan dari DPRD Kabupaten Paser, Kamis (17/10/2019) ini, terkait aspirasi warga Pasar yang disampaikan melalui wakilnya di parlemen daerah ke perwakilan parlemen pusat.

“Masih banyak infrastruktur di Kabupaten Paser yang belum tercukupi. Kalau pun infrastrukturnya ada, namun sangat perlu perbaikan karena kondisinya yang rusak parah, terutama jalan yang menjadi urat nadi arus perekonomian masyarakat,” ujar Fadly Imawan, Wakil Ketua DPRD Paser, di hadapan Hetifah.

Ia mencontohkan, infrastruktur jalan yang rusak dan perlu perhatian itu adalah beberapa ruas jalan non status seperti jalan dari Desa Kerang ke Kecamatan Tanjung Harapan yang sampai saat ini masih rusak parah, sehingga perlu penambahan anggaran dari pusat agar jalan tersebut dapat diperbaiki secepatnya.

Rombongan DPRD yang hadir adalah Basri, Abdul Azis, Rahmadi, Fatur Rahman, Sri Nordiyanti, yang dipimpin oleh Fadly Imawan. Mereka diterima Hetifah di Ruang Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Sementara Abdul Aziz, Anggota DPRD Paser Dapil Long Kali dan Long Ikis, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa selain jalan, perlu juga pebaikan jembatan, bendungan, dan sekolah yang mengalami rusak sedang dan rusak berat, sehingga gedung sekolah diharapkan secepatnya direhabilitasi untuk kelancarannya proses belajar mengajar.

Menanggapi persoalan tersebut, Hetifah Sjaifudian menjelaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tersebut akan ditampung, kemudian untuk permasalahan infrastruktur akan diteruskan kepada Kementerian PUPR dan Komisi DPR RI yang membidangi infrastruktur.

Ia juga menambahkan bahwa di periode lalu menjabat sebagai Wakil Ketua Lomisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, maka pihaknya pernah melakukan reses ke Paser dan menyerap aspirasi, diantaranya mengenai pendidikan, sehingga tahun ini ada beberapa sekolah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Untuk Kabupaten Paser, tahun ini ada beberapa sekolah mulai jenjang SD, SMP, SMU, dan SMK yang mendapatkan bantuan perangkat telekomunikasi, informasi, dan komunikasi (TI, kemudian renovasi ruang kelas, ruang praktik siswa, UKS, bantuan sosial, dan ada 10.723 siswa mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP),” jelas Hetifah. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Gubernur Kaltim Imbau Masyarakat PPU Menahan Diri

Published

on

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Kaltimraya.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengimbau kepada masyarakat di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) untuk bersabar untuk menahan diri dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum

Imbauan gubernur itu disampaikan melalui Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, M Syafranuddin, usai memonitor perkembangan situasi kamtibmas di PPU, hingga Rabu (16/10/2019) pukul 21.00 Wita.

“Gubernur turut prihatin dengan situasi PPU hari ini, terlebih adanya kerugian besar akibat terjadinya pembakaran. Sementara masalah sebenarnya yakni ada tindakan kriminal yang dilakukan beberapa oknum remaja sudah ditangani Polres PPU,” kata Syafranuddin, di Samarinda, Rabu (16/10/2019).

Disebutkan Syafranuddin, kedewasaan bersikap merupakan kunci utama dari terciptanya kondusifitas daerah, terlebih di PPU bakal menjadi bagian dari pusat Ibu Kota Negara (IKN).

Sebagai kepala daerah, disebutkan Gubernur Isran prihatin dengan apa yang terjadi di PPU. Baik peristiwa di Pantai Nipah-Nipah, Rabu (9/10/2019) malam pekan lalu, dan yang terjadi Rabu (16/10/2019).

“Kasus penganiayaan yang melibat sejumlah remaja yang masih berstatus pelajar di PPU ini, telah ditangani Polres PPU. Bahkan tersangka dan beberapa saksi lainnya sudah diamankan tidak lama setelah kejadian di Pantai Nipah-Nipah. Dari proses hukum yang ada, tergambar jelas kalau Polres PPU sudah menangani tindak pidananya. Bahkan pelaku utama ditetapkan sebagai tersangka,” beber Ivan.

Terkait peristiwa yang terjadi Rabu siang, diakui dia terkait dengan kasus penikaman pada Rabu (9/10) malam lalu.

“Informasinya pihak keluarga tidak puas. Tapi, informasi yang beredar dikait-kaitkan dengan suku. Sedangkan kasusnya murni kriminal, dimana tersangka penganiayaan tidak suka dengan suara knalpot korban. Sehingga terjadi keributan antara korban dengan tersangka,” ungkap Syafranuddin.

Kepada masyarakat, Pemprov Kaltim, mengimbau untuk tidak terpancing dengan situasi di PPU.

Pemprov juga berharap, masyarakat tidak menyebarkan foto atau video peristiwa di PPU hari ini.

“Situasi di PPU hingga Rabu malam ini sudah kondusif. Bahkan Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat di PPU, dengan harapan Kamtibmas PPU dijaga,” jelas Syafranuddin.

Syafranuddin juga mengingatkan awak media untuk berhati-hati dalam pemberitaan, agar PPU benar-benar damai dan aman seperti biasa. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Gubernur : Kaltim Buka Peluang Investasi

Published

on

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Kaltimraya.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan daerah setempat membuka peluang investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Siapa pun dan dari mana pun yang ingin berinvestasi, pemerintah daerah siap menerima. Tentunya dengan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, baik investor maupun pemerintah,” kata dia di Samarinda, Selasa (15/10/2019).

Ia mengatakan hal itu saat menerima kunjungan kerja Konsulat Jenderal Australia di Makassar Richard Mathew dan Minister Konselor Bidang Ekonomi, Investasi, dan Infrastruktur dari Kedutaan Besar Australia Jakarta Alison Duncan, serta Sekretaris 2 Bidang Ekonomi Peter Simojoki di ruang kerja Gubernur Kaltim Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim.

Ia menjelaskan pembangunan perekonomian Kaltim saat ini fokus pada pengembangan industri hilir (batu bara, palm oil, minyak, dan gas).

Hal itu, kata dia, tentu memerlukan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Investasi dari luar negeri sangat baik selama itu saling menguntungkan. Kami tidak pernah menutup diri. Dalam kesepakatan yang sudah berjalan, jika salah satu pihak merasa tidak diuntungkan maka harus dibuat kesepakatan baru untuk menjaga iklim investasi,” katanya.

Kepada perwakilan Pemerintah Australia di Indonesia, Isran Noor juga menyampaikan keinginannya dalam rangka meningkatkan kualitas guru-guru, khususnya di bidang kejuruan.

Dirinya ingin segera dilakukan kerja sama di bidang pendidikan antara Pemprov Kaltim dengan Pemerintah Australia.

Kerja sama itu, katanya, untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal guna menyongsong Ibu Kota Negara di Kaltim.

“Saya ingin mengirim guru-guru kejuruan untuk belajar bahasa Inggris di Australia, sehingga bisa fasih berbahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional,” kata Isran.

Konjen Australia di Makassar Richard Mathew menyambut baik keinginan tersebut.

Bahkan, menurut dia, lembaga pendidikan di Australia, baik milik swasta maupun pemerintah, akan siap membantu mewujudkan keinginan orang nomor satu di daerah dengan sebutan “Benua Etam” tersebut.

“Kita juga siap mengirim tenaga pengajar ke Kaltim untuk menindaklanjuti keinginan gubernur itu. Bahkan, ini biayanya lebih murah daripada mengirim guru ke Australia. Karena memang kami memiliki jasa itu, tidak hanya di bidang pendidikan. Bidang lainnya, seperti kesehatan, peternakan, maupun pariwisata,” katanya. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending