Connect with us

SAMARINDA

Gubernur Optimis Jembatan Pulau Balang Pacu Perekonomian

Published

on

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Kaltimraya.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor cukup optimistis keberadaan Jembatan Pulau Balang di Kabupaten Penajam Pasir Utara bakal membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian bukan hanya kawasan Kalimantan Timur, namun juga wilayah di Pulau Kalimantan.

Isran Noor di Samarinda, minggu (6/10/2019) mengatakan jembatan yang menghubungkan kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan itu menjadi jalur konektivitas dan aksesibilitas distribusi barang, orang dan jasa dari Kalimantan Selatan ke beberapa daerah di Kaltim. Selain Paser, Penajam Paser Utara dan Balikpapan.

“Kami tidak menuntut dan mengeluh. Saya yakin Bapak Menteri sudah melihat pembangunan jembatan ini. Juga infrastruktur lainnya. Tentu sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan ibu kota negara (IKN),” ujar Isran.

Dia menilai dengan terbangunnya Jembatan Pulau Balang, maka jalur distribusi akan lancar dan beberapa daerah yang sulit terjangkau selama ini akan mudah dicapai.

Biaya tinggi dan waktu angkut yang lama akan terpangkas sehingga tercipta efisiensi.

Beberapa daerah dipastikan akan terkoneksi sebagai wilayah penyangga ibu kota negara, yakni Kutai Kartanegara (kawasan IKN), Samarinda selaku ibu kota provinsi (pusat pemerintahan dan kota jasa), Kota Bontang (kawasan kluster industri), Kutai Timur (kawasan ekonomi khusus Maloy) serta Kabupaten Berau (kawasan industri pariwisata).

“Kalau sudah begini. Pastilah pusat membantu melalui APBN atau dana apa sajalah namanya. Pokoknya, IKN dan infrastruktur serta fasilitas pendukung lainnya segera tuntas terbangun,” kata Isran Noor.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Kaltim, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono telah menargetkan pembangunan Jembatan Pulau Balang selesai pada 2020. Progres jembatan yang berada di atas Teluk Balikpapan ini sudah mencapai 69,3 persen hingga September 2019.

Kehadiran Jembatan Pulau Balang, menurut Basuki, mampu memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

“Jembatan Pulau Balang akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pada lintas selatan Kalimantan sebagai jalur utama angkutan logistik. Sebab jarak dan waktu tempuh akan lebih cepat,” ujar Basuki usai Dialog Nasional Rancang Bangun dan Kesiapan Kaltim sebagai IKN.

Sedangkan Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil menegaskan seiring dengan percepatan pembangunan Jembatan Pulau Balang. Maka, pemerintah tidak mengijinkan adanya pembangunan ataupun pemukiman di atas Pulau Balang.

“Kita segera membuat pengumuman bahwa tanah atau pulau ini di kuasai langsung oleh negara. Tidak boleh ada orang memanfaatkan kawasan tanpa ada ijin pihak otorita,” kata Sofyan.

Hal itu mengingat seluruh kawasan Pulau Balang merupakan kawasan hutan milik negara, sehingga negara berhak mengatur pemanfaatan lahan/kawasan. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SAMARINDA

Hetifah Terima Kunjungan DPRD Paser

Published

on

Anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat menerima kunjungan rombongan dari DPRD Kabupaten Paser, Kamis (17/10/2019).

Kaltimraya.com, Jakarta – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan rombongan dari DPRD Kabupaten Paser, Kamis (17/10/2019) ini, terkait aspirasi warga Pasar yang disampaikan melalui wakilnya di parlemen daerah ke perwakilan parlemen pusat.

“Masih banyak infrastruktur di Kabupaten Paser yang belum tercukupi. Kalau pun infrastrukturnya ada, namun sangat perlu perbaikan karena kondisinya yang rusak parah, terutama jalan yang menjadi urat nadi arus perekonomian masyarakat,” ujar Fadly Imawan, Wakil Ketua DPRD Paser, di hadapan Hetifah.

Ia mencontohkan, infrastruktur jalan yang rusak dan perlu perhatian itu adalah beberapa ruas jalan non status seperti jalan dari Desa Kerang ke Kecamatan Tanjung Harapan yang sampai saat ini masih rusak parah, sehingga perlu penambahan anggaran dari pusat agar jalan tersebut dapat diperbaiki secepatnya.

Rombongan DPRD yang hadir adalah Basri, Abdul Azis, Rahmadi, Fatur Rahman, Sri Nordiyanti, yang dipimpin oleh Fadly Imawan. Mereka diterima Hetifah di Ruang Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Sementara Abdul Aziz, Anggota DPRD Paser Dapil Long Kali dan Long Ikis, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa selain jalan, perlu juga pebaikan jembatan, bendungan, dan sekolah yang mengalami rusak sedang dan rusak berat, sehingga gedung sekolah diharapkan secepatnya direhabilitasi untuk kelancarannya proses belajar mengajar.

Menanggapi persoalan tersebut, Hetifah Sjaifudian menjelaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tersebut akan ditampung, kemudian untuk permasalahan infrastruktur akan diteruskan kepada Kementerian PUPR dan Komisi DPR RI yang membidangi infrastruktur.

Ia juga menambahkan bahwa di periode lalu menjabat sebagai Wakil Ketua Lomisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, maka pihaknya pernah melakukan reses ke Paser dan menyerap aspirasi, diantaranya mengenai pendidikan, sehingga tahun ini ada beberapa sekolah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Untuk Kabupaten Paser, tahun ini ada beberapa sekolah mulai jenjang SD, SMP, SMU, dan SMK yang mendapatkan bantuan perangkat telekomunikasi, informasi, dan komunikasi (TI, kemudian renovasi ruang kelas, ruang praktik siswa, UKS, bantuan sosial, dan ada 10.723 siswa mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP),” jelas Hetifah. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Gubernur Kaltim Imbau Masyarakat PPU Menahan Diri

Published

on

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Kaltimraya.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengimbau kepada masyarakat di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) untuk bersabar untuk menahan diri dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum

Imbauan gubernur itu disampaikan melalui Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, M Syafranuddin, usai memonitor perkembangan situasi kamtibmas di PPU, hingga Rabu (16/10/2019) pukul 21.00 Wita.

“Gubernur turut prihatin dengan situasi PPU hari ini, terlebih adanya kerugian besar akibat terjadinya pembakaran. Sementara masalah sebenarnya yakni ada tindakan kriminal yang dilakukan beberapa oknum remaja sudah ditangani Polres PPU,” kata Syafranuddin, di Samarinda, Rabu (16/10/2019).

Disebutkan Syafranuddin, kedewasaan bersikap merupakan kunci utama dari terciptanya kondusifitas daerah, terlebih di PPU bakal menjadi bagian dari pusat Ibu Kota Negara (IKN).

Sebagai kepala daerah, disebutkan Gubernur Isran prihatin dengan apa yang terjadi di PPU. Baik peristiwa di Pantai Nipah-Nipah, Rabu (9/10/2019) malam pekan lalu, dan yang terjadi Rabu (16/10/2019).

“Kasus penganiayaan yang melibat sejumlah remaja yang masih berstatus pelajar di PPU ini, telah ditangani Polres PPU. Bahkan tersangka dan beberapa saksi lainnya sudah diamankan tidak lama setelah kejadian di Pantai Nipah-Nipah. Dari proses hukum yang ada, tergambar jelas kalau Polres PPU sudah menangani tindak pidananya. Bahkan pelaku utama ditetapkan sebagai tersangka,” beber Ivan.

Terkait peristiwa yang terjadi Rabu siang, diakui dia terkait dengan kasus penikaman pada Rabu (9/10) malam lalu.

“Informasinya pihak keluarga tidak puas. Tapi, informasi yang beredar dikait-kaitkan dengan suku. Sedangkan kasusnya murni kriminal, dimana tersangka penganiayaan tidak suka dengan suara knalpot korban. Sehingga terjadi keributan antara korban dengan tersangka,” ungkap Syafranuddin.

Kepada masyarakat, Pemprov Kaltim, mengimbau untuk tidak terpancing dengan situasi di PPU.

Pemprov juga berharap, masyarakat tidak menyebarkan foto atau video peristiwa di PPU hari ini.

“Situasi di PPU hingga Rabu malam ini sudah kondusif. Bahkan Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat di PPU, dengan harapan Kamtibmas PPU dijaga,” jelas Syafranuddin.

Syafranuddin juga mengingatkan awak media untuk berhati-hati dalam pemberitaan, agar PPU benar-benar damai dan aman seperti biasa. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Gubernur : Kaltim Buka Peluang Investasi

Published

on

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Kaltimraya.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan daerah setempat membuka peluang investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Siapa pun dan dari mana pun yang ingin berinvestasi, pemerintah daerah siap menerima. Tentunya dengan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, baik investor maupun pemerintah,” kata dia di Samarinda, Selasa (15/10/2019).

Ia mengatakan hal itu saat menerima kunjungan kerja Konsulat Jenderal Australia di Makassar Richard Mathew dan Minister Konselor Bidang Ekonomi, Investasi, dan Infrastruktur dari Kedutaan Besar Australia Jakarta Alison Duncan, serta Sekretaris 2 Bidang Ekonomi Peter Simojoki di ruang kerja Gubernur Kaltim Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim.

Ia menjelaskan pembangunan perekonomian Kaltim saat ini fokus pada pengembangan industri hilir (batu bara, palm oil, minyak, dan gas).

Hal itu, kata dia, tentu memerlukan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Investasi dari luar negeri sangat baik selama itu saling menguntungkan. Kami tidak pernah menutup diri. Dalam kesepakatan yang sudah berjalan, jika salah satu pihak merasa tidak diuntungkan maka harus dibuat kesepakatan baru untuk menjaga iklim investasi,” katanya.

Kepada perwakilan Pemerintah Australia di Indonesia, Isran Noor juga menyampaikan keinginannya dalam rangka meningkatkan kualitas guru-guru, khususnya di bidang kejuruan.

Dirinya ingin segera dilakukan kerja sama di bidang pendidikan antara Pemprov Kaltim dengan Pemerintah Australia.

Kerja sama itu, katanya, untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal guna menyongsong Ibu Kota Negara di Kaltim.

“Saya ingin mengirim guru-guru kejuruan untuk belajar bahasa Inggris di Australia, sehingga bisa fasih berbahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional,” kata Isran.

Konjen Australia di Makassar Richard Mathew menyambut baik keinginan tersebut.

Bahkan, menurut dia, lembaga pendidikan di Australia, baik milik swasta maupun pemerintah, akan siap membantu mewujudkan keinginan orang nomor satu di daerah dengan sebutan “Benua Etam” tersebut.

“Kita juga siap mengirim tenaga pengajar ke Kaltim untuk menindaklanjuti keinginan gubernur itu. Bahkan, ini biayanya lebih murah daripada mengirim guru ke Australia. Karena memang kami memiliki jasa itu, tidak hanya di bidang pendidikan. Bidang lainnya, seperti kesehatan, peternakan, maupun pariwisata,” katanya. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending