Connect with us

SAMARINDA

Polresta Samarinda Ciduk 16 Tersangka Curanmor

Published

on

Dari 16 tersangka tersebut, didapatkan 12 barang bukti kendaraan hasil curian terdiri dari 10 unit kendaraan roda dua dan dua unit mobil.

Kaltimraya.com, Samarinda – Polresta Samarinda telah menetapkan sebanyak 16 tersangka dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dalam operasi yang digelar selama dua pekan terakhir.

Dari 16 tersangka tersebut, didapatkan 12 barang bukti kendaraan hasil curian terdiri dari 10 unit kendaraan roda dua dan dua unit mobil.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa kepada awak media di Samarinda, Selasa (3/9/2019) mengatakan bahwa 16 tersangka tersebut beberapa diantaranya merupakan residivis kasus yang sama dan sebagian orang merupakan tersangka baru.
Bahkan dari sejumlah tersangka tersebut, juga didapati sejumlah anak remaja yang ikut terjaring operasi tindak kejahatan.

” Tersangka kita amankan dari beberapa Polsek, seperti Polsek Samarinda Kota dan Polsek Sungai Pinang, saat ini tersangka masih dalam proses penahanan pihak kepolisian,”jelasnya.

Dalam operasi tersebut, Damus mengakui bahwa ada tersangka yang terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas kepolisan, karena memberikan perlawanan.

” Sempat terjadi duel antara petugas dengan tersangka yang saat itu menggunakan senjata tajam, akhirnya petugas melumpuhkannya dengan timah panas,” jelasnya.

Ia memaparkan selama bulan Agustus tahun 2019, terdapat 12 laporan kasus curanmor di Samarinda. Rata-rata, kendaraan roda dua yang dicuri didominasi oleh kendaraan jenin motor matic.

Damus menyebutkan, ini terjadi bukan karena motor matic mudah untuk dicuri, melainkan karena kebutuhan masyarakat yang dinilai lebih menyukai motor matik.

“Bukan karena mudah untuk dicuri, tetapi karena motor matik lebih diminati di pasaran sehingga mudah bagi pelaku untuk menjualnya,” imbuh Damus.

Dirinya mengungkapkan, rata-rata pelaku menjual barang hasil curiannya seharga 1-3 juta rupiah ke penadah. Bahkan ada beberapa pelaku yang menjual barang curiannya ke luar kota untuk menghilangkan jejaknya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kukar ini menerangkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengembangan untuk mencari barang hasil curian yang berada di luar kota.

“Kendaraan tersebut masih berada di luar pulau dan sedang dikejar oleh tim Jatanras Polresta Samarinda,” ungkap Damus.
Dalam kesempatan ini juga, Damus menghimbau kepada masyarakat agar menambahkan kunci ganda pada setiap kendaraan mereka, terutama saat sedang memarkirkan kendaraan, ataupun meminta pengawasan lebih kepada pengelola parkir.

Akibat perbuatan mereka, 16 tersangka ini akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMARINDA

Wagub Ajak Forum Lintas Agama Peduli Lingkungan

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi.

Kaltimraya.com, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut peduli terhadap kebersihan lingkungan, utamanya menyangkut sampah yang ditengarai menjadi salah satu sebab banjir ketika memasuki musim penghujan.

Hadi Mulyadi di Samarinda, Minggu (19/1/2020), mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan alat karbonisasi sampah kepada sepuluh kabupaten dan kota, yang disalurkan melalui forum lintas agama tersebut.

Hadi menegaskan prioritas yang berhak mendapatkan alat pengolah atau daur ulang sampah tersebut yaitu desa atau kampung yang dikategorikan Desa Sadar Kerukunan atau Kampung Toleransi.

“Tolong FKUB nanti diusulkan lagi kepada pemerintah untuk kita masukan di perubahan (APBD). Masing-masing akan kita berikan satu setiap daerah. Jadi ada sepuluh alat yang akan kita berikan,” jelasnya.

Menurut Wagub, bantuan alat ini sangat penting selain untuk mengajak masyarakat peduli kebersihan. Juga, memberdayakan potensi lingkungan bagi ekonomi masyarakat.

Sementara Ketua FKUB Kaltim, Asmuni Alie mengemukakan karbonisasi sampah diberikan khusus kepada Desa Sadar Kerukunan maupun Kampung Toleransi yang dibina FKUB tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Tahun ini, kami akan menyerahkan satu unit karbonisasi sampah kepada Desa Sadar Kerukunan/Kampung Toleransi binaan FKUB Kaltim di Simpang Pasir Palaran Samarinda,” ujar Asmuni Alie.

Ditambahkannya, FKUB selain membina kerukunan masyarakat lintas agama. Juga, membina ekonomi melalui pengelolaan alat pengolah atau daur ulang sampah itu.

“Alat itu akan dikelola secara kebersamaan di desa atau kampung binaan kita. Alat itu mampu menghasilkan sampah menjadi semacam briket (briket batubara) untuk bahan bakar, sehingga bisa diperjualbelikan. Berarti dari barang tidak berguna menjadi sesuatu bernilai ekonomi,” ungkap Asmuni. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Susi Air Buka Rute Penerbangan Bersubsidi di Pedalaman Kaltim

Published

on

Penerbangan bersubsidi ini hanya berbayar 30 persen dari tarif yang telah di tentukan.

Kaltimraya.com, Samarinda – Maskapai penerbangan Susi Air mulai membuka rute penerbangan bersubsidi di sejumlah wilayah pedalaman di Provinsi Kalimantan Timur melalui Bandara APT Pronoto, Samarinda.

Maskai penerbangan Indonesia yang dioperasikan PT ASI Pujiastuti Aviation tersebut bakal melayani lima rute penerbangan yakni Samarinda – Long Apung, Samarinda–Dalah Dawai, Samarinda – Muara Wahau, Samarinda–Maratua, dan Dalah Dawai–Melak.

Penerbangan perdana Susi Air Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang diresmikan di bandara APT Pranoto, Samarinda, Kamis (16/1/2020).

“Hari ini Susi Air membuka rute penerbangan bersubsidi dari Samarinda – Long Apung, Samarinda – Dalah Dawai, Samarinda – Muara Wahau, Samarinda – Maratua, dan Dalah Dawai – Melak,” urai Direktur Angkutan Udara, Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi di APT Pranoto.

Maria Kristi menambahkan lima rute yang telah diresmikan tersebut masih dimungkinkan akan ditambah lagi, apabila ada usulan dari masyarakat melalui pemerintah daerah.

“Kalau memang memungkinkan bisa jadi bakal ditambaha, kami menyesuaikan aturan yang ada, gak semua harus dituruti, karena ada peraturan perundangan yang memfilter hal tersebut,” ungkapnya.

Walau bersubsi, penerbangan di lima rute ini tidak membatasi kalangan manapun, masyarakat luas bisa menikmati fasilitas dari pemerintah tersebut.

Penerbangan bersubsidi ini hanya berbayar 30 persen dari tarif yang telah di tentukan.

“Tidak berbatas, namun kami akan menganalisa, berharapnya terus dapat subsidi ke depannya. Anggaran subsidi ini dari APBN sebesar Rp. 19.157.919.594,-,” terangnya.

Ditegaskannya bahwa maskapai ke lima rute ini bukan hanya Susi Air, karena dalam bentuk lelang, dan akan terus berganti kedepannya sesuai pemenang lelang.

“Untuk sekarang hanya Susi Air , kedepannya bisa di ganti dengan maskapai lainnya,” tegasnya.

Sementara Asisten II Pemprov Kaltim Abu Helmi, mengatakan bahwa untuk rute selanjutnya akan diusulkan kepada pemerintah pusat.

“Kami pemerintah provinsi, berterimakasih kepada pemerintah pusat dalam hal membantu biaya atau pun anggaran subsidi penumpang, barang dan sebagainya,” kata Abu Helmi.

Pemerintah provinsi dan pusat terus berupaya, untuk berusaha melayani masyarakat di daerah tertinggal, terluar dan terpencil. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

BPBD Samarinda Ingatkan Siaga Banjir

Published

on

Tinggi muka air (TMA) atau debit Waduk Benanga pada posisi 80 cm atau level siaga dan curah hujan diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir Januari 2020.

Kaltimraya.com, Samarinda – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memberikan peringatan kepada masyarakat Kota Samarinda, khususnya yang bermukim di daerah langganan banjir diingatkan untuk tetap waspada mengantisipasi terjadinya banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH, Rabu (15/1/2020), mengatakan tinggi muka air (TMA) atau debit Waduk Benanga pada posisi 80 cm atau level siaga dan curah hujan diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir Januari 2020.

“TMA di Waduk Benanga kecenderungan bertambah naik. Air turunan Sungai Siring menuju Waduk Benanga menyebabkan ketinggian naik sekitar 80 posisinya. Dan BMKG Balikpapan meramalkan puncak terakhir hujan sampai akhir Januari,” ujar Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH, Rabu (15/1/2020).

Hendra menyebut, mengacu penilaian Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, TMA pada posisi 80 masuk level kuning atau siaga. Sebab TMA posisi 50 saja sudah menggenangi sebagian wilayah Samarinda.

Artinya masyarakat harus tetap siap siaga mengamankan aset mereka sampai kondisinya aman. Sebab daerah langganan seperti Jl Terong Pipit dan Jl Asparagus Perumahan Bengkuring sudah mulai terendam dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter. Termasuk Perumahan Griya Mukti yang menunjukkan air mulai naik ke jalan.

Selain imbauan, BPBD Samarinda juga sudah terjun sejak Sabtu (11/1/2020) kemarin. Di antaranya membantu penumpang yang ingin menuju Bandara APT Pranoto Samarinda bekerjasama Brimob, Polisi, TNI, dan Satpol dari Simpang Alaya ke Lempake dan selanjutnya di bawa bus bandara ke bandara.

Kemudian Minggu (12/1/2020) sudah menurunkan bantuan di Desa Budaya Pampang. Dan sudah menurunkan tenda posko di Perumahan Bengkuring dan perahu karet di beberapa wilayah di Samarinda.

Sementara Kasi Pengelolaan Bendungan BWS Wilayah Kalimantan 3, Arman Efendi menyebutkan ada perilaku aneh pada tingginya debit air Benanga. Jika dibandingkan Juni 2019 saat Samarinda dikepung banjir, curah hujan di hulu lebih rendah, tapi debit airnya lebih banyak.

“Saat itu hanya posisi 79 sekian. Sekarang 80 sekian bahkan sempat mencapai 90 sekian hingga akhirnya turun lagi di 80. Airnya dari mana. Artinya ada limpasan tidak terkendali dari hulu. Tanpa ditahan sesuatu langsung masuk ke bendungan,” sebutnya.

Dia menyebut akan selalu berkoordinasi dengan pihak Pemkot Samarinda terkait perkembangan Waduk Benanga. BWS tanggung jawabnya tentang bendungan. Menjaga keamanan bendungan berprilaku normal tidak ada indikasi kolaps atau jebol.

” Kami akan selalu memberikan informasi perilaku air, kami akan terus menjaga supaya bendungan aman dari air yang semakin tinggi debitnya,” jelasnya. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending