Connect with us

SAMARINDA

Pemprov Kaltim Dorong Inisiasi Sekolah Ramah Anak

Published

on

Setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif, termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan.

Kaltimraya.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong dan mengembangkan kabupaten/kota dalam inisiasi Sekolah Ramah Anak (SRA), karena hingga saat ini masih ada dua daerah yang belum menginisiasinya guna memenuhi hak anak.

“Dua daerah yang belum melakukan inisiasi SRA itu adalah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu,” ujar Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim Noer Adenany di Samarinda, Selasa (3/9/2019).

Untuk itu, melalui APBD-P 2019, DKP3A Kaltim akan melakukan advokasi pada dua kabupaten tersebut untuk segera melakukan inisiasi SRA. SRA merupakan satuan pendidikan forml, nonformal dan informal yang aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan.

SRA juga harus mendukung terhadap tumbuh kembang anak, sehingga sekolah harus nol kekerasan, memiliki jalur aman ke sekolah dan memiliki kantin yang menyediakan makanan sehat. Tidak hanya ramah anak, tapi juga harus ramah untuk semua warga sekolah, termasuk guru dan kepala sekolahnya.

Dany menyebutkan, sampai dengan pertengahan tahun 2019, capaian pengembangan SRA di Kaltim telah mencapai 333 sekolah yang tersebar di 8 kabupaten/kota, kecuali Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang belum terbentuk.

Sehari sebelumnya, saat Pelatihan Konveksi Hak Anak (KHA) dan SRA bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang digelar di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Dany mengatakan berbagai kasus kekerasan terhadap anak di sekolah menjadi indikasi masih banyak pihak yang belum paham dalam memenuhi dan mengakui hak-hak anak.

Menurutnya, anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di sekolah maupun lembaga pendidikan.

Selain itu, setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif, termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang menyandang cacat.

“Kami berharap dengan diselenggarakan pelatihan ini akan dapat meningkatkan pemahaman setiap peserta, sehingga memiliki komitmen untuk melaksanakan amanah konveksi hak anak dan mengaplikasikan kebijakan sekolah yang ramah anak,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti perwakilan dari lima kabupaten/kota yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang yang terdiri dari unsur Dinas PPPA, Disdikbud, Kanwil Kemenag, Kepala TK, SD, MI, SMP dan MTs. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMARINDA

DPRD Kaltim Minta Pemprov Cegah Kebakaran Hutan

Published

on

Kabut asap tersebut faktanya telah mengganggu sejumlah akses penerbangan di Kaltim.

Kaltimraya.co.id, Samarinda – DPRD Provinsi Kalimantan Timur meminta pemerintah provinsi setempat melakukan upaya pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang telah berdampak pada kabut asap karhutla dan pencemaran udara.

Anggota DPRD Kaltim Syafruddin di Samarinda, Rabu (18/9/2019) mengatakan saat ini kabut asap, khususnya di wilayah Kaltim, memang belum dalam kategori berbahaya, seperti wilayah lainnya di Pulau Kalimantan.

Namun demikian, kata dia, kabut asap tersebut faktanya telah mengganggu sejumlah akses penerbangan di Kaltim.

Kabut asap karhutla, kata dia, juga berisiko pada gangguan kesehatan masyarakat karena dapat mengakibatkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Kebakaran hutan dan lahan ini hampir terjadi setiap tahun, artinya perlu ada penanganan yang sistematis dan tepat sasaran untuk memutus kejadian ini untuk terulang lagi,” kata Udin, sapaan akrabnya.

Oleh sebab itu, dia menilai peran pemerintah penting, khususnya dalam hal pencegahan kebakaran hutan.

Ia mengatakan pemerintah harus hadir memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran hutan dan alasan dengan alasan apapun.

“Kalau perlu, aparat diterjunkan untuk melakukan patroli rutin di daerah yang rawan akan terjadi kebakaran hutan. Selain itu, dibutuhkan juga penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan,” kata politikus PKB itu.

Anggota DPRD Kaltim Saefuddin Zuhri mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hutan di Kaltim, dengan cara tidak melakukan pembakaran lahan demi menyiapkan atau pembersihan area perkebunan.

Ia mengemukakan perlunya sistem swadaya masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap hutan di sekitarnya dan mengupayakan pemadaman dini jika terjadi kebakaran.

“Semua pihak mampu meningkatkan kesiagaan, pemantauan, pengawasan, serta langkah-langkah konkret dan terkoordinasi dalam upaya mengantisipasi bahaya kebakaran hutan saat ini,” katanya.

Ia memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah, terutama dalam hal memberikan informasi dan sosialisasi dampak kabut asap karhutla.

“Kami berharap agar bentuk penanganan ini dapat lebih dimaksimalkan, terutama terhadap daerah yang saat ini masih terisolasi karena kabut asap,” kata dia. (mas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

BCA Serahkan Beasiswa RP250 Juta Kepada Mahasiswa UNMUL

Published

on

BCA terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Kaltimraya.co.id, Samarinda – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Cabang Kota Samarinda menyerahkan beasiswa Bakti BCA senilai Rp 250 juta kepada mahasiswa Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

Beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Samarinda Hardjosugito Jusuf kepada perwakilan mahasiswa Universitas Mulawarman dengan disaksikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman Encik Akhmad Syaifudin di Samarinda, Rabu (18/9/2019).

Harjosugito Jusuf mengatakan BCA terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Dia membeberka tahun ini, BCA kembali menyerahkan beasiswa kepada 18 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan nilai total Rp5,35 miliar, sedangkan Universitas Mulawarman menjadi salah satu perguruan tinggi penerima beasiswa Bakti BCA itu.

“Membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan salah satu fokus yang menjadi perhatian BCA sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat,” kata Harjo, sapaan akrabnya.

Oleh sebab itu, BCA secara konsisten memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi agar mahasiswa dapat termotivasi untuk mencetak prestasi dan pada akhirnya dapat mencapai cita-citanya.

Program Beasiswa Bakti BCA hadir sebagai bentuk komitmen BCA untuk mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan SDM di Indonesia. Beasiswa Bakti BCA dikembangkan sejak 1999 dan ditujukan bagi mahasiswa Strata Satu (S1) yang berprestasi namun memiliki kendala finansial.

Beasiswa Bakti BCA sudah memasuki tahun ke-20, dan pihaknya terus mengevaluasi dana yang diberikan serta jumlah penerimanya. Terhitung sejak 2019, BCA menambahkan jumlah perguruan tinggi negeri penerima beasiswa dari 16 menjadi 18 PTN, sedangkan jumlah dana yang dialokasikan juga meningkat setiap tahunnya.

Pada 2019, BCA memberikan beasiswa senilai Rp5,35 miliar kepada 703 mahasiswa di 18 PTN.

Dukungan yang diberikan tidak hanya berhenti pada dukungan materiil, melainkan BCA juga secara aktif melengkapi mahasiswa dengan kemampuan “soft skill” yang dibutuhkan saat menempuh jenjang perguruan tinggi dan persiapan memasuki kerja.

Hardjo menambahkan anak-anak muda di Indonesia harus terus meningkatkan performa diri agar siap dalam menghadapi persaingan global.

Program beasiswa BCA kepada para mahasiswa berprestasi di berbagai PTN Indonesia diharapkan dapat melengkapi para mahasiswa dengan pengembangan diri secara optimal.

“Kami berharap melalui penerimaan Beasiswa Bakti BCA ini dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang siap memasuki dunia kerja di masa yang akan datang,” kata dia. (vir)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Wilayah Ibu Kota Negara Masih Diselimuti Kabut Asap Tipis

Published

on

Kabut asap tipis masih menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama pada pagi hari.

Kaltimraya.com, Penajam – Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang telah ditetapkan sebagai calon lokasi pemindahan Ibu kota Negara Indonesia hingga saat ini masih diselimuti kabut asap tipis.

Dari pantuan di lapangan, Selasa (17/9/2019) kabut asap tipis masih menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama pada pagi hari.

Kendati intensitas kebakaran lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil ditekan, namun udara di daerah itu masih bercampur dengan kabut asap tipis.

Untuk Penanggulangan kebakaran lahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membentuk tim gabungan, terdiri dari TNI/Polri dan instansi terkait, serta organisasi kemasyarakatan.

“Kualitas udara pagi di wilayah Penajam Paser Utara menurun akibat kabut asap,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Syarifah Asmawati ketika ditemui.

Bau asap seperti bekas pembakaran lanjut ia, juga menyesakkan saluran pernafasan, sehingga harus menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar rumah.

Dengan masih adanya kabut asap tipis menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Untuk mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dampak dari kabut asap tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara telah membagikan sekitar 5.000 masker kepada masyarakat.

“Masker untuk mencegah penyakit ISPA akibat kabut asap itu dibagikan kepada masyarakat melalui masing-masing puskesmas,” jelas Syarifah Asmawati.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar rumah, serta menerapkan hidup sehat.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, juga mengaku cukup terganggu dengan kondisi udara akibat kabut asap tersebut. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending