Connect with us

BALIKPAPAN

Sapi Kurban Sempat Kabur saat Hendak Disembelih di Balikpapan

Published

on

Sapi setinggi rata-rata orang dewasa itu juga sempat menerjang dan menyeruduk warga yang akan menjagalnya.

Kaltimraya.com, Balikpapan, – Seekor sapi milik warga yang akan berkurban di RT28 Kelurahan Batu Ampar, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur sempat kabur dan berlarian di jalan raya saat akan disembelih, Minggu (11/8/2019).

“Ini sapi yang ketiga mau kami potong. Kami kira malah sapi ini yang paling gampang ditangani. Eh, sekalinya pas mau dipotong berontak sampe lari,” kata Hamdan, warga RT28 dan juga anggota panitia kurban di Masjid Al Hijrah, Batu Ampar. Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan di Balikpapan, Minggu (11/8/2019).

Sapi setinggi rata-rata orang dewasa itu juga sempat menerjang dan menyeruduk warga yang akan menjagalnya. Setelah itu, sapi lari ke jalan raya dan terus berlari searah lalu lintas hingga lebih kurang satu kilometer dari masjid.

Pihak panitia dan warga pun sempat panik sebelum akhirnya mengejar sapi itu.

Ketika sapi masuk ke arah lahan kosong dengan belukar, dirinya bersama warga yang mengejar sempat pasrah. Namun, sapi itu kembali berlari ke arah jalan.

“Eh dia kemudian kembali ke jalan, jadi kami kejar lagi, dan akhirnya masuk halaman rumah orang,” kata dia.

Ia menyebut sapi yang stres dan kelelahan itu berhasil ditangkap kembali. Panitia kurban kemudian membawanya ke lingkungan masjid dengan menggunakan mobil bak terbuka.

“Kami kasih minum dan makan dulu. Biar nanti saja dipotongnya,” kata Hamdan.

Sapi yang kabur ini satu dari ribuan sapi dan kambing berbagai ukuran sebagai hewan kurban dari warga pada Idul Adha 1440 Hijriyah.

Sampai menjelang Hari Raya Kurban, akhir pekan lalu, seekor sapi berharga antara Rp15 juta-Rp17 juta, selain juga tergantung ukuran tubuh dan bobotnya.

Cerita warga terkait dengan sapi kabur saat akan mau dipotong itu menjadi selingan dari kerepotan panitia kurban di Balikpapan dalam menyediakan besek sebagai wadah daging yang dibagikan kepada warga. Besek bukanlah barang yang gampang didapat di “Kota Minyak” tersebut.

“Tahun ini kami pakai kantong plastik ramah lingkungan saja dulu,” kata Slamet, anggota panitia kurban di Masjid At Taqwa, Klandasan, Kota Balikpapan. Masjid itu letaknya tidak jauh dari Balai Kota Balikpapan. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BALIKPAPAN

Pemindahan Ibu Kota ke Kalimatan Bukan Kontes

Published

on

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengingatkan bahwa pemilihan kawasan bakal ibu kota negara yang baru bukanlah kontes.

“Apalagi para gubernur di sini sepakat untuk saling mendukung, di mana pun nanti ibu kota itu di Kalimantan,” kata Menteri Brodjonegoro di Balikpapan, Selasa (20/8/2019).

Penegasan Menteri Brodjonegoro untuk menjawab pertanyaan jurnalis yang daerah mana yang paling cocok dan mendapatkan poin paling banyak sesuai kajian Bappenas.

Menteri PPN/Kepala Bappenas hadir di Kota minyak untuk memberikan arahan dalam acara Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Wilayah Kalimantan.

Selain Menteri PPN/Kepala Bappenas, acara itu juga menghadirkan Gubernur Kalimantan Tengah Sugiyanto Sabran, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, serta Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.

Para gubernur dan wakil gubernur didampingi oleh para Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masing-masing.

Tiga provinsi disebut-sebut sebagai tempat perpindahan ibukota negara yang baru, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Kalimantan Selatan.

Kalimantan Tengah, digariskan oleh Gubernur Sugiyanto Sabran, memiliki latar sejarah yang kuat. Di mana diketahui Presiden Soekarno ingin memindahkan ibukota negara ke Palangkaraya.

Kalimantan Timur menawarkan sekurangnya dua kawasan yang sebelumnya dianggap paling pas seperti Bukit Soeharto di Samboja di Kutai Kartanegara, dan juga Semoi-Sepaku di Penajam Paser Utara. Kawasan-kawasan itu terutama dekat dengan infrastruktur pendukung seperti bandara dan pelabuhan.

Namun demikian, sekali lagi ditegaskan Menteri Brodjonegoro para gubernur dan wakil gubernur yang hadir justru saling mendukung di mana pun nantinya ditetapkan lokasi perpindahan ibukota negara itu.

“Sekali lagi ini bukan kontes. Kalaupun ada yang menang, itu, ya, Kalimantan,” tandas Menteri Brodjonegoro.

Perpindahan ibukota negara ke Kalimantan, lanjutnya, adalah keinginan politik (political will) pemerintah untuk pemerataan pembangunan. Perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan diyakini akan membawa lompatan jauh ke depan pada pembangunan di seluruh Kalimantan.

Perpindahan ibukota negara menjadi satu topik pembahasan dalam RPJMN ini. Topik-topik lainnya, seperti diringkas oleh Menteri Brodjonegoro, adalah langkah-langkah transisi provinsi-provinsi Kalimantan untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada sumber daya alam.

Pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, infrastruktur seperti jalan, jembatan, pembangkit listrik, menjadi bagian dari rencana proyek-proyek besar di Kalimantan. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BALIKPAPAN

Polisi Bongkar Prostitusi Daring di Tiga Hotel Balikpapan

Published

on

Polisi memproses semua yang tertangkap itu dengan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), merujuk kepada bertransaksi prostitusi melalui aplikasi elektronik.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Direktorat Kriminal Khusus Sub Direktorat Siber Polda Kaltim mengungkap kasus prostitusi daring (online) di Balikpapan, polisi menahan satu muncikari dan delapan wanita pemberi jasa seks dari tiga hotel di Balikpapan.

“Sementara hotelnya kita sebut HV, HH, dan HM,” kata Direktur Krimsus Polda Kaltim (Dirkrimsus) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budi Suryanto di Balikpapan, Senin (19/8/2019).

Wanita-wanita yang ditahan berusia 19-22 tahun. Mereka dijajakan oleh DH yang berperan sebagai muncikari lewat aplikasi percakapan Mi Chat dengan harga Rp1-2 juta sekali pelayanan.

Tempat layanan diberikan adalah hotel-hotel tersebut.

“Modusnya para wanita yang berusia 19-22 tahun tersebut stand by. Nanti si DH yang menawarkan kepada orang yang kepengen melalui Me Chat. Bila ada yang mau segera check in di hotel-hotel tadi,” jelas Kombes Budi.

Polisi memproses semua yang tertangkap itu dengan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), merujuk kepada bertransaksi prostitusi melalui aplikasi elektronik. Ancaman hukumannya enam tahun penjara.

“Namun sementara ini semuanya masih saksi,” terang Kombes Budi.

Dirkrimsus Kombes Budi juga menegaskan selanjutnya, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini seperti apakah masih ada jaringan lain di hotel-hotel lainnya. Selain itu, polisi juga akan memeriksa manajemen hotel yang ketempatan transaksi prostitusi tersebut. Jika nantinya terbukti ada keterlibatan pihak hotel, maka bisa saja manajemen hotel tersebut menjadi turut terperiksa.

Bersama para saksi tersebut, polisi mengamankan barang-barang bukti berupa 8 buah handphone, 1 mesin EDC merchant BNI, uang tunai Rp500.000, 4 e-ktp, 1 resi e-ktp, 24 alat kontrasepsi, 1 handuk kecil, 2 buku register tamu, 2 botol krim handbody lotion, 5 pak tisu basah, dan 2 botol minyak zaitun. (kur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BALIKPAPAN

Pemindahan Ibu Kota Negara Akan Tingkatkan PDB 0-1-0,2 Persen

Published

on

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Pemindahan ibukota negara ke Kalimantan dipercaya akan meningkatkan “Gross Domestic Product” atau “Produk Domestik Bruto (PDB)” secara nasional hingga 0-1-0,2 persen, dimana saat ini GDP Indonesia ada pada 1,016 triliun dolar AS.

“Pembangunan ibu kota baru itu akan dimulai tahun 2021,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Balikpapan, Selasa(20/8).

Sejak tahun tersebut, proyek pembangunan ibu kota mulai secara efektif meningkatkan PDB itu dan terus berlanjut. Apalagi ketika ibukota baru itu selesai dibangun pada 2024.

Juga akan ada efek berganda untuk perekonomian bagi wilayah di sekitarnya, menurunkan kesenjangan antarkelompok pendapatan dan kesenjangan antarwilayah.

“Sebab ada perdagangan antarwilayah, investasi, diversifikasi ekonomi, dan peningkatan output dari sektor jasa dan sektor-sektor non tradisional lainnya,” jelas Menteri Brodjonegoro.

Selain membawa dampak secara ekonomi, perpindahan ibu kota juga membawa dampak sosial. Ibu kota yang baru ini akan dirancang memiliki simbol identitas bangsa, dibangun sebagai kota yang cerdas, hijau, cantik, dan berkelanjutan, selain modern dan memiliki standar internasional.

Kota cerdas atau smart city adalah kota yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya. Teknologi itu digunakan untuk mendapatkan efektivitas dan efisiensi sehingga orang dapat menggunakan waktunya untuk hal lain dan membuatnya lebih produktif. Tata kelola pemerintahannya juga demikian yang mengedepankan efektivitas dan efisiensi.

“Ibu kota baru itu nanti jadi standar ideal pembangunan sebuah kota di Indonesia,” lanjut Menteri Brodjonegoro. Kota-kota yang sudah ada sejak lampau dapat memperbaiki dan bersolek diri seperti ibukota ini nantinya.

Di kota baru itu, misalnya, tidak ada lagi tiang listrik sebab listrik di kirim ke rumah dengan kabel bawah tanah. Transportasi kota adalah transportasi umum dan jumlah kendaraan dibatasi.

Sementara ini belum ditentukan akan ke mana di Kalimantan ibu kota negara dipindahkan. Tiga provinsi disebut-sebut memiliki peluang wilayahnya akan ketambahan proyek boyongan ibukota itu. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur sudah menawarkan wilayah yang dianggap cocok sebagai kawasan ibu kota negara.

“Penajam Paser Utara (PPU) memiliki lahan yang pas itu,” kata Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud pada kesempatan terpisah. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending