Connect with us

BALIKPAPAN

Perusahaan Galang Masyarakat Siaga Karhutla

Published

on

Persiapan dan kesiagaan tahun ini lebih baik dibandingkan musim kemarau panjang sebelumnya.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Tim pencegahan dan pemadam kebakaran PT Borneo Indah Marjaya (BIM) di Paser, menjadi penggerak pencegahan dan pemadam kebakaran lahan di Kecamatan Tanjung Harapan. Paser, Kalimantan Timur.

“Kami bahu-membahu dengan masyarakat dari 5 desa, yaitu Desa Laburan, Desa Lori, Desa Sungai Langir, Desa Perpat, dan Sungai Batu. Juga dengan Manggala Agni dari Pemkab Paser,” kata Ketua Tim Fire Protection PT BIM Ibnu di Balikpapan, Kaltim, Senin (12/8/2019).

PT BIM adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit anak perusahaan dari Grup Astra Agro. Bersama masyarakat dari kelima desa, Tim PT BIM membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sejak 2017 lampau.

Pada musim kemarau tahun 2015 silam, di Paser banyak terjadi titik api. Tidak hanya di tempat-tempat yang jauh, tapi juga sampai ke pinggir jalan Trans Kalimantan. Kabut asap yang terjadi sampai membahayakan kesehatan masyarakat.

“Karena itu kami berbagi dan belajar teknis pencegahan dan penanggulangan api,” kata Ibnu.

Masyarakat pun, katanya, belajar dari instruktur khusus yang ada di perusahaan dan langsung praktik di lapangan.

Mereka diajarkan cara memadamkan api dengan karung goni basah, selain juga bagaimana mengarahkan selang air atau “nozzle” alat pemadam api yang benar agar api cepat padam.

Kegiatan bersama ini meliputi program pembagian pompa air dan pembuatan sumber-sumber air, alat-alat pelindung diri (APD) seperti sepatu, sarung tangan, helm; lalu identifikasi lahan rawan kebakaran, pemasangan rambu himbauan untuk tidak membakar lahan, dan patroli rutin di wilayah sekitar parameter desa dan cagar alam.

“Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan,” kata Ibnu.

Bahkan, menurutnya, persiapan dan kesiagaan tahun ini lebih baik dibandingkan musim kemarau panjang sebelumnya.

”Apa yang dilakukan PT BIM sudah sangat baik. Hampir setiap hari ada yang keliling patroli memastikan semua siaga bila ada kebakaran,” kata Kepala Desa Lori Sudar, yang juga pembina MPA di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BALIKPAPAN

OTT KPK di Kaltim Tangkap Tujuh Orang dan Seorang di Jakarta

Published

on

KPK menjelaskan, penangkapan ini disebabkan pemberian suap senilai Rp155 miliar dari swasta kepada BPJW XII Kaltim dan Kaltara.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 8 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sejak Selasa (15/10/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dini hari (15/16/10).

“Sebanyak tujuh orang ditangkap di Kaltim, yaitu di Samarinda dan Bontang, dan satu orang terkait kasus yang sama ditangkap di Jakarta,” ungkap jurubicara KPK Febri Diansyah, di hubungi dari Kaltim, Rabu (16/10/2019).

Seorang yang ditangkap di Jakarta adalah Kepala Badan Pelaksana Jalan Wilayah (BPJW) XII Refly Rudy Tangkere.

“Tujuh lainnya diperiksa di Polda Kaltim,” lanjut Febri seraya menambahkan bahwa mereka adalah pihak swasta dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), pejabat yang bertanggung jawab atas pengadaan barang dan jasa, dalam hal ini proyek di bawah BPJW.

Rabu (16/10/2019) pagi ini juga ketujuh orang itu diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa di KPK.

Febri menegaskan, status semuanya masih terperiksa. KPK memiliki waktu 24 jam sejak penangkapan untuk memastikan status mereka.

Selanjutnya, KPK menjelaskan, penangkapan ini disebabkan pemberian suap senilai Rp155 miliar dari swasta kepada BPJW XII Kaltim dan Kaltara.

Suap diberikan dengan cara memberikan kartu ATM yang rekeningnya diisi secara berkala oleh pihak swasta.

“KPK sudah mengamankan barang bukti kartu ATM dan buku tabungan atau rekeningnya,” tegas Febri.

Febri menjanjikan keterangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi pada sore atau Rabu (16/10/2019) malam ini. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BALIKPAPAN

37 Orang Utan Pun Kena Ispa Akibat Kabut Asap

Published

on

Asap membawa partikel debu dan karbon sisa pembakaran yang bila memasuki saluran pernapasan bisa menyebabkan reaksi alergi.

Kaltimraya.co.id, Balikpapan, – Sebanyak 37 individu orang utan Kalimantan Tengah (Pongo pygmaeus pygmaeus) di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng terkena infeksi saluran napas atas (ISPA) akibat asap yang terus menyelimuti Kota Palangka Raya dan sekitarnya dalam sepekan terakhir.

“Syukur masih infeksi ringan. Tim medis sudah memberikan multivitamin dan antibiotik, obat juga diberikan dengan menggunakan nebulizer, terutama bagi orang utan yang terlihat menderita lebih parah,” kata Chief Executive Officer (CEO) Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Dr Jamartin Sihite, Selasa (17/9/2019).

BOSF adalah pengelola pusat rehabilitasi tersebut. Dr Sihite menjelaskan, nebulizer adalah alat kesehatan yang menghasilkan uap dari obat-obatan cair, sehingga bisa dihirup dengan mudah dan nyaman. Alat ini membantu mengantarkan obat cair dalam bentuk butiran air yang relatif kecil supaya langsung masuk ke dalam paru-paru.

Pada manusia, mesin uap ini digunakan untuk pasien dalam kondisi darurat ataupun pasien dalam rawat jalan untuk mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

“Jadi obatnya bisa diserap dengan mudah dan cepat, dan segera efektif khasiatnya,” kata Dr Sihite.

BOSF merawat 355 orangutan di Nyaru Menteng di dekat Palangkaraya tersebut. Di tempat itu orangutan dipelihara di kandang-kandang dan di tempat terbuka bersemak dan berhutan yang dibatasi parit besar yang disebut pulau.

Pada saat yang sama, kabut asap tipis juga menggantung di kawasan Samboja Lestari, fasilitas rehabilitasi orangutan (Pongo pygmaeus morio) yang dikelola BOSF 50 km utara Balikpapan.

Kabut asap itu menyebabkan para teknisi sekurangnya 3 kali sehari menyirami kandang-kandang dengan cara menyemprotkan air ke udara di atas dan di dalam kandang untuk sekedar membersihkan udara dan menjaga suhu tetap sejuk.

“Untuk sementara kegiatan luar ruang untuk para orang utan muda siswa Sekolah Hutan juga kami batasi,” kata Humas BOSF Paulina Laurensia.

Sekolah Hutan adalah program BOSF untuk mengajari anak-anak orangutan ataupun orangutan dewasa kemampuan bertahan hidup di hutan. Mereka diajari mulai dari memilih makanan hingga membuat sarang. Hal ini sebab orangutan yang dulunya dipelihara manusia kehilangan instink bertahan hidupnya tersebut, sementara orangutan bayi yang kehilangan induknya belum sempat belajar hal tersebut.

“Kemudian untuk meningkatkan daya tahan tubuh, orangutan kami berikan susu dan multivitamin. Semuanya tanpa kecuali,” lanjut Paulina. Setelah sejumlah pelepasliaran setidaknya dalam 8 tahun terakhir, masih ada 130 individu orangutan berbagai usia di Samboja Lestari saat ini.

Menurut Paulina, asap membawa partikel debu dan karbon sisa pembakaran yang bila memasuki saluran pernapasan bisa menyebabkan reaksi alergi, yang seterusnya bisa memicu infeksi seperti bronchitis dan pneumonia. Apalagi bila sistem kekebalan tubuh menurun.

“Syukurlah sejauh ini belum ada orangutan di Samboja Lestari yang terjangkit infeksi pernafasan atau biasa dikenal dengan ISPA itu,” kata Paulina.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas terjadi di saluran napas bagian atas seperti di hidung, tenggorokan, dan bronkia. Orangutan karena kemiripan gennya dengan manusia juga terancam penyakit yang sama dengan manusia. Sebab itu, bila akan berdekatan dengan orangutan, pengunjung diminta untuk mengenakan masker. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BALIKPAPAN

Pemindahan Ibu Kota ke Kalimatan Bukan Kontes

Published

on

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengingatkan bahwa pemilihan kawasan bakal ibu kota negara yang baru bukanlah kontes.

“Apalagi para gubernur di sini sepakat untuk saling mendukung, di mana pun nanti ibu kota itu di Kalimantan,” kata Menteri Brodjonegoro di Balikpapan, Selasa (20/8/2019).

Penegasan Menteri Brodjonegoro untuk menjawab pertanyaan jurnalis yang daerah mana yang paling cocok dan mendapatkan poin paling banyak sesuai kajian Bappenas.

Menteri PPN/Kepala Bappenas hadir di Kota minyak untuk memberikan arahan dalam acara Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Wilayah Kalimantan.

Selain Menteri PPN/Kepala Bappenas, acara itu juga menghadirkan Gubernur Kalimantan Tengah Sugiyanto Sabran, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, serta Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.

Para gubernur dan wakil gubernur didampingi oleh para Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masing-masing.

Tiga provinsi disebut-sebut sebagai tempat perpindahan ibukota negara yang baru, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Kalimantan Selatan.

Kalimantan Tengah, digariskan oleh Gubernur Sugiyanto Sabran, memiliki latar sejarah yang kuat. Di mana diketahui Presiden Soekarno ingin memindahkan ibukota negara ke Palangkaraya.

Kalimantan Timur menawarkan sekurangnya dua kawasan yang sebelumnya dianggap paling pas seperti Bukit Soeharto di Samboja di Kutai Kartanegara, dan juga Semoi-Sepaku di Penajam Paser Utara. Kawasan-kawasan itu terutama dekat dengan infrastruktur pendukung seperti bandara dan pelabuhan.

Namun demikian, sekali lagi ditegaskan Menteri Brodjonegoro para gubernur dan wakil gubernur yang hadir justru saling mendukung di mana pun nantinya ditetapkan lokasi perpindahan ibukota negara itu.

“Sekali lagi ini bukan kontes. Kalaupun ada yang menang, itu, ya, Kalimantan,” tandas Menteri Brodjonegoro.

Perpindahan ibukota negara ke Kalimantan, lanjutnya, adalah keinginan politik (political will) pemerintah untuk pemerataan pembangunan. Perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan diyakini akan membawa lompatan jauh ke depan pada pembangunan di seluruh Kalimantan.

Perpindahan ibukota negara menjadi satu topik pembahasan dalam RPJMN ini. Topik-topik lainnya, seperti diringkas oleh Menteri Brodjonegoro, adalah langkah-langkah transisi provinsi-provinsi Kalimantan untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada sumber daya alam.

Pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, infrastruktur seperti jalan, jembatan, pembangkit listrik, menjadi bagian dari rencana proyek-proyek besar di Kalimantan. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending