Connect with us

SAMARINDA

Pengusaha di Harapkan Bantu Peternak Lele Kaltim

Published

on

Potensi lele, cukup prospektif karena banyak perusahaan besa yang memiliki tenaga kerja dan juga tingginya angka urbanisasi.

Kaltimraya.com, Samarinda – Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman Aji Sofyan Effendi meminta pengusaha di Kalimantan Timur agar lebih agresif membantu peternak ikan lele. Pasalnya, selain potensi komoditas tersebut cukup besar, peternak juga membutuhkan bimbingan dan modal untuk meningkatkan skala usaha mereka.

“Bahkan bukan sekadar bimbingan, tetapi juga modal karena peternak membutuhkan modal relatif besar. Ini dalam rangka meningkatkan skala usaha dari yang semula hanya rumahan,” kata Aji di Samarinda, Kamis (8/8/2019).

Bantuan pengusaha melalui dana corporate social responsibility (CSR) sangat penting untuk menggairahkan peternak dalam upaya budi daya komoditas yang memang sangat prospektif tersebut.

“Ikan lele merupakan makanan sehari-hari masyarakat Kalimantan Timur. Masyarakat Kaltim sangat heterogen. Tidak ada makanan khusus yang mencirikan suatu daerah. Dalam kondisi seperti itu, pecel lele misalnya, sangat mudah diterima oleh masyarakat,” kata Aji.

Selain modal, pengusaha juga bisa berperan melatih dan mengedukasi. Dengan demikian, meski sebenarnya teknik usaha ini tergolong mudah dipraktikkan, namun petani memang membutuhkan berbagai informasi yang aktual, termasuk jika terdapat inovasi mutakhir terkait budi daya maupun pemasaran komoditas itu.

Potensi lele, kata Aji, cukup prospektif karena banyak perusahaan besa yang memiliki tenaga kerja dan juga tingginya angka urbanisasi.

Dampaknya minat pada kuliner berbahan dasar lele, seperti pecel lele, yang secara rasa memang diterima berbagai kalangan. Dan untuk mengimbangi permintaan yang terus meningkat itulah, mau tak mau harus diimbangi dengan peningkatan produksi.

“Apalagi, lele sekarang tidak hanya komoditas di warung pinggiran. Banyak hotel berbintang yang juga menyediakan makanan tersebut,” katanya.

Pengusaha pembenihan lele, Wendy Perdana Poetra, pemilik Pembibitan Sangkuriang Sakti (Sangkuti) ini, mengatakan banyaknya warung pecel lele di jalan di berbagai wilayah Kaltim, merupakan salah satu bukti bahwa bisnis tersebut memang cerah.

Itu sebabnya, Wendy yang memasok benih lele ke berbagai pelosok di Indonesia, tetap menjadikan Kaltim sebagai salah satu pasarnya. “Untuk itu, kami terus membuka pasar di sini,” kata dia. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMARINDA

Kejari Paser Sosialisasi Pencegahan Korupsi kepada Pelajar

Published

on

Tujuan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan edukasi terhadap kaum milenial supaya hidup bebas dari korupsi.

Kaltimraya.com, Samarinda – Kejaksaan Negeri Paser, Kalimantan Timur, menggelar sosialisasi tentang pencegahan korupsi sejak dini kepada pelajar SMA 2 Tanah Grogot dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2019.

“Sosialisasi terkait dengan perang terhadap korupsi itu sekaligus dilaksanakan lomba pidato,” kata Kepala Kejari Paser M Syarif melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Mangasitua Simanjuntak dihubungi dari Samarinda, Rabu (11/12/2019).

Ia mengemukakan tujuan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan edukasi terhadap kaum milenial supaya hidup bebas dari korupsi.

“Tema lomba pidato yang digelar Kejari Paser bertema ‘Generasi Milenial, Generasi Anti-Korupsi’,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kajari Paser M.Syarif menyaksikan penyerahan uang dari pihak panitia penerimaan siswa baru kepada orang tua terkait pungutan yang diakomodasi oleh pihak sekolah sebagai pungutan wajib, yaitu syarat pendaftaran ulang.

Dalam pungutan tersebut, terdapat item untuk pembelian seragam sekolah dan jilbab.

“Setelah diaudit, pihak sekolah melaporkan bahwa terdapat kelebihan bayar. Uang yang dipungut tidak habis dibelanjakan sehingga disepakati untuk dikembalikan kepada orangtua siswa,” kata Simanjuntak.

Simanjuntak mengatakan, untuk kasus korupsi, Kejari Paser telah menangani beberapa kasus di antaranya kasus penyimpangan penggunaan dana hibah tahun 2017 untuk STIE Widya Praja sebesar Rp300 juta.

Perkara lain yakni perkara yang baru putus yaitu korupsi dana desa di Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan, terdakwa atas nama Abdul Muis Bin Jedda (selaku bendahara desa) kerugian keuangan negara yg ditimbulkan sekitar sebesar Rp316 juta.

“Atas perbuatannya, majelis hakim sudah menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp200 juta subsidair 4 bulan, uang pengganti Rp316 juta subsidair 8 bulan,” katanya. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PENAJAM PASER UTAMA

Disdikpora Penajam Usulkan Angkat Guru Honorer Jadi PNS

Published

on

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masih membutuhkan tambahan ratusan tenaga pendidik berstatus PNS atau ASN untuk mengajar di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama sederajat di daerah itu.

Kaltimraya.com, Penajam – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengusulkan lebih kurang 299 guru honorer di daerah itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena di daerah itu masih kekurangan tenaga pendidik berstatus PNS.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Daman di Penajam, Senin (9/12/2019), mengatakan instansinya masih kekurangan tenaga pendidik atau guru berstatus PNS atau aparatur sipil negara (ASN).

“Sampai saat ini Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masih kekurangan guru berstatus ASN sekitar 299 orang,” ungkapnya.

“Kami usulkan sekisar 299 guru honorer diangkat menjadi PNS untuk menutupi kekurangan guru berstatus ASN di sekolah-sekolah wilayah Penajam Paser Utara,” ujar Daman.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masih membutuhkan tambahan ratusan tenaga pendidik berstatus PNS atau ASN untuk mengajar di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama sederajat di daerah itu.

Kebutuhan guru berstatus PNS untuk jenjang pendidikan sekolah dasar yang ada di wilayah Penajam Paser Utara, menurut Daman sebanyak lebih kurang 194 orang.

Sedangkan kebutuhan tenaga pendidik berstatus ASN untuk jenjang pendidikan sekolah menengah pertama di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 105 orang.

Sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama sederajat di wilayah Penajam Paser Utara masih kekurangan guru, sebab belum meratanya penyebaran tenaga pendidik di daerah itu.

Secara jumlah, jelas Daman tenaga pendidik di Kabupaten Penajam Paser Utara sudah mencukupi, tetapi karena kondisi demografi dan geografi kewilayahan yang berjauhan membuat penyebaran guru belum menutupi.

“Rekapan guru berstatus PNS masih kurang sekitar 299 orang untuk semua sekolah dasar dan menengah pertama, dan dari hasil rekapan paling banyak kekurangan guru berstatus ASN di sekolah dasar,” ucapnya.

“299 tenaga pendidik honorer yang diajukan itu, kami harap langsung diangkat menjadi PNS atau ASN tidak perlu melalui tes dan seleksi akademik,” kata Daman. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Proyek Kilang Balikpapan Serap 1.645 Tenaga Kerja Lokal

Published

on

Proyek RDMP adalah proyek memodifikasi kilang-kilang minyak Pertamina yang sudah ada dan pembangunan kilang minyak baru.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Dari 3.632 pekerja di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek peningkatan kapasitas kilang minyak Pertamina di Balikpapan, terdapat 1.645 orang tenaga kerja lokal warga setempat.

“Hingga November 2019 jumlah pekerja lokal Balikpapan 1.645, atau 45,29 persen dari pekerja keseluruhan,” kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina Ignatius Tallulembang di Balikpapan, Minggu (8/12/2019).

Para pekerja tempatan itu tersebar di bawah administrasi 14 sub kontraktor pelaksana proyek. Sebelumnya pada Oktober 2019 lampau, jumlah mereka masih 1.551 orang.

Menurut Tallulembang, dengan jumlah pekerja tempatan hingga hampir separuh itu, Proyek RDMP memberi efek berganda yang cukup signifikan bagi Kota Minyak. Serapan jumlah pekerja yang signifikan itu juga menjadi dukungan masyarakat Balikpapan terhadap cita-cita kemandirian energi Indonesia.

Proyek RDMP adalah proyek memodifikasi kilang-kilang minyak Pertamina yang sudah ada dan pembangunan kilang minyak baru. Tujuannya untuk mengurangi impor minyak, baik minyak mentah maupun minyak yang sudah jadi. Impor minyak adalah belanja yang memakan devisa negara hingga USD43 miliar pada 2018 lampau dan penyumbang defisit pada neraca perdagangan.

Di Balikpapan proyek konstruksi dimulai pada Februari tahun 2019. Hutan Gunung Sepuluh Barat, hutan yang ada di areal kilang, yang menjadi habitat monyet Macaca fascicularis atau kera ekor panjang pun dibabat.

Tallulembang menambahkan, bila sudah jadi kelak, Kilang Balikpapan yang baru akan memproduksi 360 ribu barel minyak, bertambah 100 ribu barel dari kapasitas sekarang yang 260 ribu barel minyak per hari. Kualitas produk juga meningkat dari Euro II menjadi Euro V.

Di sisi lain, sejak awal digaungkannya proyek RDMP ini, hal penyerapan tenaga kerja lokal menjadi satu isu. Pada Februari lampau tersebut, kelompok masyarakat yang menyebut diri Tim 11 mendaftarkan melalui Dinas Tenaga Kerja Balikpapan sebanyak 3.016 orang untuk bekerja pada proyek ini.

“Sampai sekarang, baru 162 orang yang diterima,” kata koordinator Tim 11 Andin Syamsir.

Penyerahan berkas ke-3.016 orang itu disaksikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kapolres Balikpapan saat itu AKBP Wiwin Firta, juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tirta Dewi, dan didokumentasikan dalam sebuah berita acara yang ditandatangani para pihak tersebut.

Dalam berita acara antara lain disebutkan bahwa dokumen para pendaftar akan diproses dan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan, kompetensi, dan kualifikasi dari pekerjaan yang ada di proyek kilang. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending