Connect with us

SAMARINDA

Penanganan Abrasi Pesisir Pantai Penajam Butuh Miliaran Rupiah

Published

on

Perhitungan penanganan abrasi tersebut belum termasuk titik abrasi di pesisir pantai wilayah Penajam Paser Utara lainnya.

Kaltimraya.com, Penajam – Penanganan abrasi di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membutuhkan dana miliaran rupiah, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Andi Dahrul.

“Titik abrasi cukup parah di Pantai Corong Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, dan perkiraan sementara penanganan abrasi di Pantai Corong itu membutuhkan dana sekitar Rp35 miliar,” katanya saat ditemui di Penajam, Kamis (8/8/2019).

Sementara untuk penyelesaian penanganan abrasi di sepanjang pesisir pantai Desa Api-Api hingga Sesulu, Kecamatan Waru, katanya, diperkirakan masih membutukan dana sekitar Rp6 miliar.

“Masih ada beberapa meter di sepanjang pesisir pantai Desa Api-Api sampai Sesulu belum terpasang tanggul atau bronjong,” katanya.

Ia mengatakan perhitungan penanganan abrasi tersebut belum termasuk titik abrasi di pesisir pantai wilayah Penajam Paser Utara lainnya.

Dari panjang garis pantai di wilayah Penajam Paser Utara yang mencapai 272 kilometer, kata dia, wilayah pesisir pantai Kelurahan Kampung Baru, Sungai Parit, serta Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam juga mengalami abrasi cukup parah.

Abrasi cukup parah, katanya, juga terjadi di wilayah pesisir pantai Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, yang akan berdampak kepada ratusan hektare tambak milik warga sekitar.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara belum mengajukan bantuan dana penanganan abrasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB).

Untuk mengajukan bantuan anggaran penanganan abrasi kepada BNPB tersebut, kata dia, terlebih dahulu harus ditetapkan status siaga darurat oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Menetapkan status siaga darurat tersebut, kata dia, ada beberapa komponen yang harus terpenuhi seperti menimbulkan keresahan yang cukup besar di masyarakat dan dampak lainnya.

“Dua tahun terakhir tidak ada lagi pembangunan tanggul atau bronjong untuk penanganan abrasi, penanganan abrasi di pesisir pantai Desa Api-Api hingga Sesulu dilakukan pada 2017,” demikian Andi Dahrul. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SAMARINDA

Kejari Paser Sosialisasi Pencegahan Korupsi kepada Pelajar

Published

on

Tujuan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan edukasi terhadap kaum milenial supaya hidup bebas dari korupsi.

Kaltimraya.com, Samarinda – Kejaksaan Negeri Paser, Kalimantan Timur, menggelar sosialisasi tentang pencegahan korupsi sejak dini kepada pelajar SMA 2 Tanah Grogot dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2019.

“Sosialisasi terkait dengan perang terhadap korupsi itu sekaligus dilaksanakan lomba pidato,” kata Kepala Kejari Paser M Syarif melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Mangasitua Simanjuntak dihubungi dari Samarinda, Rabu (11/12/2019).

Ia mengemukakan tujuan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan edukasi terhadap kaum milenial supaya hidup bebas dari korupsi.

“Tema lomba pidato yang digelar Kejari Paser bertema ‘Generasi Milenial, Generasi Anti-Korupsi’,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kajari Paser M.Syarif menyaksikan penyerahan uang dari pihak panitia penerimaan siswa baru kepada orang tua terkait pungutan yang diakomodasi oleh pihak sekolah sebagai pungutan wajib, yaitu syarat pendaftaran ulang.

Dalam pungutan tersebut, terdapat item untuk pembelian seragam sekolah dan jilbab.

“Setelah diaudit, pihak sekolah melaporkan bahwa terdapat kelebihan bayar. Uang yang dipungut tidak habis dibelanjakan sehingga disepakati untuk dikembalikan kepada orangtua siswa,” kata Simanjuntak.

Simanjuntak mengatakan, untuk kasus korupsi, Kejari Paser telah menangani beberapa kasus di antaranya kasus penyimpangan penggunaan dana hibah tahun 2017 untuk STIE Widya Praja sebesar Rp300 juta.

Perkara lain yakni perkara yang baru putus yaitu korupsi dana desa di Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan, terdakwa atas nama Abdul Muis Bin Jedda (selaku bendahara desa) kerugian keuangan negara yg ditimbulkan sekitar sebesar Rp316 juta.

“Atas perbuatannya, majelis hakim sudah menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp200 juta subsidair 4 bulan, uang pengganti Rp316 juta subsidair 8 bulan,” katanya. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PENAJAM PASER UTAMA

Disdikpora Penajam Usulkan Angkat Guru Honorer Jadi PNS

Published

on

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masih membutuhkan tambahan ratusan tenaga pendidik berstatus PNS atau ASN untuk mengajar di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama sederajat di daerah itu.

Kaltimraya.com, Penajam – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengusulkan lebih kurang 299 guru honorer di daerah itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena di daerah itu masih kekurangan tenaga pendidik berstatus PNS.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Daman di Penajam, Senin (9/12/2019), mengatakan instansinya masih kekurangan tenaga pendidik atau guru berstatus PNS atau aparatur sipil negara (ASN).

“Sampai saat ini Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masih kekurangan guru berstatus ASN sekitar 299 orang,” ungkapnya.

“Kami usulkan sekisar 299 guru honorer diangkat menjadi PNS untuk menutupi kekurangan guru berstatus ASN di sekolah-sekolah wilayah Penajam Paser Utara,” ujar Daman.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masih membutuhkan tambahan ratusan tenaga pendidik berstatus PNS atau ASN untuk mengajar di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama sederajat di daerah itu.

Kebutuhan guru berstatus PNS untuk jenjang pendidikan sekolah dasar yang ada di wilayah Penajam Paser Utara, menurut Daman sebanyak lebih kurang 194 orang.

Sedangkan kebutuhan tenaga pendidik berstatus ASN untuk jenjang pendidikan sekolah menengah pertama di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 105 orang.

Sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama sederajat di wilayah Penajam Paser Utara masih kekurangan guru, sebab belum meratanya penyebaran tenaga pendidik di daerah itu.

Secara jumlah, jelas Daman tenaga pendidik di Kabupaten Penajam Paser Utara sudah mencukupi, tetapi karena kondisi demografi dan geografi kewilayahan yang berjauhan membuat penyebaran guru belum menutupi.

“Rekapan guru berstatus PNS masih kurang sekitar 299 orang untuk semua sekolah dasar dan menengah pertama, dan dari hasil rekapan paling banyak kekurangan guru berstatus ASN di sekolah dasar,” ucapnya.

“299 tenaga pendidik honorer yang diajukan itu, kami harap langsung diangkat menjadi PNS atau ASN tidak perlu melalui tes dan seleksi akademik,” kata Daman. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Proyek Kilang Balikpapan Serap 1.645 Tenaga Kerja Lokal

Published

on

Proyek RDMP adalah proyek memodifikasi kilang-kilang minyak Pertamina yang sudah ada dan pembangunan kilang minyak baru.

Kaltimraya.com, Balikpapan – Dari 3.632 pekerja di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek peningkatan kapasitas kilang minyak Pertamina di Balikpapan, terdapat 1.645 orang tenaga kerja lokal warga setempat.

“Hingga November 2019 jumlah pekerja lokal Balikpapan 1.645, atau 45,29 persen dari pekerja keseluruhan,” kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina Ignatius Tallulembang di Balikpapan, Minggu (8/12/2019).

Para pekerja tempatan itu tersebar di bawah administrasi 14 sub kontraktor pelaksana proyek. Sebelumnya pada Oktober 2019 lampau, jumlah mereka masih 1.551 orang.

Menurut Tallulembang, dengan jumlah pekerja tempatan hingga hampir separuh itu, Proyek RDMP memberi efek berganda yang cukup signifikan bagi Kota Minyak. Serapan jumlah pekerja yang signifikan itu juga menjadi dukungan masyarakat Balikpapan terhadap cita-cita kemandirian energi Indonesia.

Proyek RDMP adalah proyek memodifikasi kilang-kilang minyak Pertamina yang sudah ada dan pembangunan kilang minyak baru. Tujuannya untuk mengurangi impor minyak, baik minyak mentah maupun minyak yang sudah jadi. Impor minyak adalah belanja yang memakan devisa negara hingga USD43 miliar pada 2018 lampau dan penyumbang defisit pada neraca perdagangan.

Di Balikpapan proyek konstruksi dimulai pada Februari tahun 2019. Hutan Gunung Sepuluh Barat, hutan yang ada di areal kilang, yang menjadi habitat monyet Macaca fascicularis atau kera ekor panjang pun dibabat.

Tallulembang menambahkan, bila sudah jadi kelak, Kilang Balikpapan yang baru akan memproduksi 360 ribu barel minyak, bertambah 100 ribu barel dari kapasitas sekarang yang 260 ribu barel minyak per hari. Kualitas produk juga meningkat dari Euro II menjadi Euro V.

Di sisi lain, sejak awal digaungkannya proyek RDMP ini, hal penyerapan tenaga kerja lokal menjadi satu isu. Pada Februari lampau tersebut, kelompok masyarakat yang menyebut diri Tim 11 mendaftarkan melalui Dinas Tenaga Kerja Balikpapan sebanyak 3.016 orang untuk bekerja pada proyek ini.

“Sampai sekarang, baru 162 orang yang diterima,” kata koordinator Tim 11 Andin Syamsir.

Penyerahan berkas ke-3.016 orang itu disaksikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kapolres Balikpapan saat itu AKBP Wiwin Firta, juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tirta Dewi, dan didokumentasikan dalam sebuah berita acara yang ditandatangani para pihak tersebut.

Dalam berita acara antara lain disebutkan bahwa dokumen para pendaftar akan diproses dan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan, kompetensi, dan kualifikasi dari pekerjaan yang ada di proyek kilang. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending