Connect with us

SAMARINDA

Pertamina Hitung Kerugian Terbakarnya Tangki Penampung Minyak

Published

on

PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga belum bisa memastikan berapa nilai kerugian akibat tangki pengumpul minyak mentah di kawasan itu yang terbakar akibat disambar petir.

Kaltimraya.com, Samarinda – PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga belum bisa memastikan berapa nilai kerugian akibat tangki pengumpul minyak mentah di kawasan itu yang terbakar akibat disambar petir, karena hingga saat ini masih dihitung nilai kerugiannya.

“Kerugian materi belum bisa kami ungkapkan karena masih dalam investigasi awal oleh tim yang mengevaluasi dari kejadian kebakaran tersebut,” kata Dika Agus S, Assistant Manager Legal & Relation Asset 5 Field Sangasanga melalui rilisnya yang diterima Antara, Selasa (8/5/2018).

Meski ada insiden tersebut, namun operasional Pertamina EP Sangasanga tetap berjalan normal seperti biasa, sambil membereskan beberapa material yang rusak akibat peristiwa itu.

Ia menuturkan bahwa salah satu tanki pengumpul minyak mentah H-4 di Sangasanga terbakar pada Senin (7/5) sekitar pukul 14.00 Wita dan sudah dipastikan penyebabnya adalah dari sambaran petir atau faktor alam.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa dan api berhasil dipadamkan 20 menit setelah terjadi sambaran petir dengan menggunakan foam (busa), kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dengan cara menyemprotkan air ke badan tanki.

Ia menjelaskan bahwa tanki pengumpul minyak mentah H-4 yang terbakar itu terletak di Stasiun PPP. Setelah menerima laporan tanki terbakar, langsung ditindaklanjuti oleh Tim Operasi Penanggulangan Keadaan Darurat (OPKD) dengan mengirim dua mobil pemadam api.

Dalam penanganan peristiwa itu, Pertamina juga mendapat bantuan pengamanan dari TNI dan kepolisian setempat.

Sebelum tangki minyak tersebut terbakar, kata Dika, kondisi cuaca memang kurang baik karena hujan disertai kilatan petir berkali-kali muncul.

Saat itu di Field 5 ada kegiatan pemompaan (loading) minyak mentah dari tanki pengumpul menuju kapal Barge. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), kegiatan sudah dihentikan, tapi selang beberapa saat kemudian tanki tersambar petir.

Ia menjelaskan bahwa, tangki pengumpul minyak mentah di Sangasanga dalam keadaan laik karena sudah dilengkapi dengan dua penyalur petir dan telah dilakukan inspeksi terakhir pada November 2017 dengan hasil kondisi baik.

“Semua peralatan pendukung penanggulangan keadaan darurat di sekitar tangki pengumpul minyak mentah juga berjalan baik, sehingga penanganan pemadam bisa dilakukan dengan cepat,” kata Dika. (mgf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SAMARINDA

Wagub Ajak Forum Lintas Agama Peduli Lingkungan

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi.

Kaltimraya.com, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut peduli terhadap kebersihan lingkungan, utamanya menyangkut sampah yang ditengarai menjadi salah satu sebab banjir ketika memasuki musim penghujan.

Hadi Mulyadi di Samarinda, Minggu (19/1/2020), mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan alat karbonisasi sampah kepada sepuluh kabupaten dan kota, yang disalurkan melalui forum lintas agama tersebut.

Hadi menegaskan prioritas yang berhak mendapatkan alat pengolah atau daur ulang sampah tersebut yaitu desa atau kampung yang dikategorikan Desa Sadar Kerukunan atau Kampung Toleransi.

“Tolong FKUB nanti diusulkan lagi kepada pemerintah untuk kita masukan di perubahan (APBD). Masing-masing akan kita berikan satu setiap daerah. Jadi ada sepuluh alat yang akan kita berikan,” jelasnya.

Menurut Wagub, bantuan alat ini sangat penting selain untuk mengajak masyarakat peduli kebersihan. Juga, memberdayakan potensi lingkungan bagi ekonomi masyarakat.

Sementara Ketua FKUB Kaltim, Asmuni Alie mengemukakan karbonisasi sampah diberikan khusus kepada Desa Sadar Kerukunan maupun Kampung Toleransi yang dibina FKUB tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Tahun ini, kami akan menyerahkan satu unit karbonisasi sampah kepada Desa Sadar Kerukunan/Kampung Toleransi binaan FKUB Kaltim di Simpang Pasir Palaran Samarinda,” ujar Asmuni Alie.

Ditambahkannya, FKUB selain membina kerukunan masyarakat lintas agama. Juga, membina ekonomi melalui pengelolaan alat pengolah atau daur ulang sampah itu.

“Alat itu akan dikelola secara kebersamaan di desa atau kampung binaan kita. Alat itu mampu menghasilkan sampah menjadi semacam briket (briket batubara) untuk bahan bakar, sehingga bisa diperjualbelikan. Berarti dari barang tidak berguna menjadi sesuatu bernilai ekonomi,” ungkap Asmuni. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Susi Air Buka Rute Penerbangan Bersubsidi di Pedalaman Kaltim

Published

on

Penerbangan bersubsidi ini hanya berbayar 30 persen dari tarif yang telah di tentukan.

Kaltimraya.com, Samarinda – Maskapai penerbangan Susi Air mulai membuka rute penerbangan bersubsidi di sejumlah wilayah pedalaman di Provinsi Kalimantan Timur melalui Bandara APT Pronoto, Samarinda.

Maskai penerbangan Indonesia yang dioperasikan PT ASI Pujiastuti Aviation tersebut bakal melayani lima rute penerbangan yakni Samarinda – Long Apung, Samarinda–Dalah Dawai, Samarinda – Muara Wahau, Samarinda–Maratua, dan Dalah Dawai–Melak.

Penerbangan perdana Susi Air Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang diresmikan di bandara APT Pranoto, Samarinda, Kamis (16/1/2020).

“Hari ini Susi Air membuka rute penerbangan bersubsidi dari Samarinda – Long Apung, Samarinda – Dalah Dawai, Samarinda – Muara Wahau, Samarinda – Maratua, dan Dalah Dawai – Melak,” urai Direktur Angkutan Udara, Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi di APT Pranoto.

Maria Kristi menambahkan lima rute yang telah diresmikan tersebut masih dimungkinkan akan ditambah lagi, apabila ada usulan dari masyarakat melalui pemerintah daerah.

“Kalau memang memungkinkan bisa jadi bakal ditambaha, kami menyesuaikan aturan yang ada, gak semua harus dituruti, karena ada peraturan perundangan yang memfilter hal tersebut,” ungkapnya.

Walau bersubsi, penerbangan di lima rute ini tidak membatasi kalangan manapun, masyarakat luas bisa menikmati fasilitas dari pemerintah tersebut.

Penerbangan bersubsidi ini hanya berbayar 30 persen dari tarif yang telah di tentukan.

“Tidak berbatas, namun kami akan menganalisa, berharapnya terus dapat subsidi ke depannya. Anggaran subsidi ini dari APBN sebesar Rp. 19.157.919.594,-,” terangnya.

Ditegaskannya bahwa maskapai ke lima rute ini bukan hanya Susi Air, karena dalam bentuk lelang, dan akan terus berganti kedepannya sesuai pemenang lelang.

“Untuk sekarang hanya Susi Air , kedepannya bisa di ganti dengan maskapai lainnya,” tegasnya.

Sementara Asisten II Pemprov Kaltim Abu Helmi, mengatakan bahwa untuk rute selanjutnya akan diusulkan kepada pemerintah pusat.

“Kami pemerintah provinsi, berterimakasih kepada pemerintah pusat dalam hal membantu biaya atau pun anggaran subsidi penumpang, barang dan sebagainya,” kata Abu Helmi.

Pemerintah provinsi dan pusat terus berupaya, untuk berusaha melayani masyarakat di daerah tertinggal, terluar dan terpencil. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

BPBD Samarinda Ingatkan Siaga Banjir

Published

on

Tinggi muka air (TMA) atau debit Waduk Benanga pada posisi 80 cm atau level siaga dan curah hujan diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir Januari 2020.

Kaltimraya.com, Samarinda – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memberikan peringatan kepada masyarakat Kota Samarinda, khususnya yang bermukim di daerah langganan banjir diingatkan untuk tetap waspada mengantisipasi terjadinya banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH, Rabu (15/1/2020), mengatakan tinggi muka air (TMA) atau debit Waduk Benanga pada posisi 80 cm atau level siaga dan curah hujan diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir Januari 2020.

“TMA di Waduk Benanga kecenderungan bertambah naik. Air turunan Sungai Siring menuju Waduk Benanga menyebabkan ketinggian naik sekitar 80 posisinya. Dan BMKG Balikpapan meramalkan puncak terakhir hujan sampai akhir Januari,” ujar Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH, Rabu (15/1/2020).

Hendra menyebut, mengacu penilaian Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, TMA pada posisi 80 masuk level kuning atau siaga. Sebab TMA posisi 50 saja sudah menggenangi sebagian wilayah Samarinda.

Artinya masyarakat harus tetap siap siaga mengamankan aset mereka sampai kondisinya aman. Sebab daerah langganan seperti Jl Terong Pipit dan Jl Asparagus Perumahan Bengkuring sudah mulai terendam dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter. Termasuk Perumahan Griya Mukti yang menunjukkan air mulai naik ke jalan.

Selain imbauan, BPBD Samarinda juga sudah terjun sejak Sabtu (11/1/2020) kemarin. Di antaranya membantu penumpang yang ingin menuju Bandara APT Pranoto Samarinda bekerjasama Brimob, Polisi, TNI, dan Satpol dari Simpang Alaya ke Lempake dan selanjutnya di bawa bus bandara ke bandara.

Kemudian Minggu (12/1/2020) sudah menurunkan bantuan di Desa Budaya Pampang. Dan sudah menurunkan tenda posko di Perumahan Bengkuring dan perahu karet di beberapa wilayah di Samarinda.

Sementara Kasi Pengelolaan Bendungan BWS Wilayah Kalimantan 3, Arman Efendi menyebutkan ada perilaku aneh pada tingginya debit air Benanga. Jika dibandingkan Juni 2019 saat Samarinda dikepung banjir, curah hujan di hulu lebih rendah, tapi debit airnya lebih banyak.

“Saat itu hanya posisi 79 sekian. Sekarang 80 sekian bahkan sempat mencapai 90 sekian hingga akhirnya turun lagi di 80. Airnya dari mana. Artinya ada limpasan tidak terkendali dari hulu. Tanpa ditahan sesuatu langsung masuk ke bendungan,” sebutnya.

Dia menyebut akan selalu berkoordinasi dengan pihak Pemkot Samarinda terkait perkembangan Waduk Benanga. BWS tanggung jawabnya tentang bendungan. Menjaga keamanan bendungan berprilaku normal tidak ada indikasi kolaps atau jebol.

” Kami akan selalu memberikan informasi perilaku air, kami akan terus menjaga supaya bendungan aman dari air yang semakin tinggi debitnya,” jelasnya. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending