Connect with us

SAMARINDA

Tiga Titik Kritis Kerusakan Sungai Karang Mumus

Published

on

Sungai Karang Mumus (SKM) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur memiliki tiga titik kritis kerusakan, sehingga harus mendapat perhatian semua pihak.

Kaltimraya.com, Samarinda – Sungai Karang Mumus (SKM) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur memiliki tiga titik kritis kerusakan, sehingga harus mendapat perhatian semua pihak karena masih berfungsi sebagai sumber air bersih, pengendali banjir, penyelamat ekologi, dan berpotensi jadi hutan lindung.

“Tiga titik kritis kerusakan pada SKM adalah berada di bagian hulu, tengah, dan bagian hilir,” ujar Yustinus Sapto Hardjanto, Co Founder Sekolah SKM saat menjadi pembicara dalam Seminar Lingkungan bertajuk “Potret Hidup Bantaran Sungai Karang Mumus” yang digelar IMAPA (Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam) Unmul Samarinda, Senin (2/4/2018).

Ia menjelaskan bahwa permasalahan di SKM secara kasat mata memang pada area badan atau aliran sungainya, namun sesungguhnya permasalahannya jauh lebih besar dari itu, yakni pada daerah aliran sungai (DAS)-nya karena menjadi salah satu DAS terkritis di Provinsi Kaltim.

Secara umum, penggunaan lahan di DAS Karang Mumus tidak berkesesuaian, karena bagian hulu yang merupakan daerah lindung, bahkan merupakan area tangkapan air yang mestinya berupa kawasan hutan atau lahan dengan tutupan vegetasi rapat, justru digunakan untuk kepentingan pertambangan dan perladangan/kebun terbuka.

Akibatnya, koefisien air permukaan yang tinggi saat musim hujan akan menimbulkan erosi. Transport sedimen yang besar membuat sungai menjadi dangkal karena endapan lumpur.

Selain itu, rendah resapan air hujan di bagian hulu akan membuat kehilangan mata air yang menjaga pasokan air di musim kemarau.

Pada bagian tengah DAS Karang Mumus, konversi lahan juga terjadi pada area-area lahan basah, rawa atau kolam retensi alamiahnya.

Rawa diuruk untuk permukiman, lahan basah dikonversi menjadi lahan kering, sehingga sungai kehilangan area penampungan air, sementara di kanan-kirinya, limpasan air permukaan saat hujan langsung masuk ke sungai sehingga air sungai meluap.

Selain itu, air limpasan juga akan membawa kotoran dan residu dari pertanian kimia yang bisa mencemari air sungai, sehingga hal ini menurunkan kualitas air sungai. Bagian tengah SKM juga kehilangan zona perlindungan terakhir, yaitu riparian (tumbuh di kanan dan kiri sungai).

Tutupan vegetasi yang menjadi ekosistem penghubung antara air dan daratan telah hilang. Selain hilang fungsi infiltasi dan filtrasi, kehilangan riparian juga berarti kehilangan kekayaan biodiversiti, bahkan kehlangan aneka tumbuhan dan faunanya baik di darat maupun di air.

“Di bagian hilir, permukaan lahan di sekitar sungai umumnya tertutup oleh permukaan solid atau kedap air. Lahan ditutupi oleh berbagai fasilitas atau infrastruktur berbahan aspal dan semen serta atap, sehingga resapan air menjadi berkurang dan limpasan air hujan secara efektif masuk semua ke sungai melalui saluran drainase,” katanya pula.

Bagian hilir SKM juga kehilangan sistem filtrasi alam karena kanan kiri sungai telah dibeton, sehingga air limpasan masuk secara langsung lewat saluran drainase.

“Inilah yang menyebabkan bagian hilir hanya ikan sapu-sapu yang berkembang, sedangkan ikan lain cenderung menghilang akibat minim pasokan nutrisi alamiahnya, yakni tidak adanya rerumputan dan pepohonan karena semuanya dibeton,” ujar Yustinus pula, seperti dikutip Antara. (mgf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMARINDA

Jasamarga Kebut Pembangunan Tol Samarinda- Balikpapan

Published

on

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang memiliki total panjang 99,350 Km ini akan dilengkapi dengan 4 Gerbang Tol (GT).

Kaltimraya.com, Samarinda – PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, terus mengejar pembangunan jalan tol ini agar selesai tepat waktu.

Hingga akhir Agustus 2019, progres konstruksi jalan tol telah mencapai 96,827% dengan pembebasan lahan yang telah mencapai progres hingga 99,33%.

Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur turut meninjau jalan tol yang dapat mengoptimalkan mobilitas orang dan barang antara dua kota terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

“Secara progres konstruksi jalan tol dan pembebasan lahan terus dikejar agar dapat beroperasi sesuai target. Selain itu, saya juga minta agar PT JBS dan kontraktor agar segera menyiapkan sarana pelengkap jalan tol dan sarana pelengkap operasional jalan tol sebagai syarat layak operasi,” ujar Subakti kepada awak media, Rabu (21/8/2019).

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Utama PT JBS S.T.H Saragi menjelaskan bahwa nantinya Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang memiliki total panjang 99,350 Km ini akan dilengkapi dengan 4 Gerbang Tol (GT).

Pertama, GT Manggar dengan Ramp On/ Ramp Off yang berada di Jl. Mulawarman

Kedua, GT Karang Joang dengan Ramp On/ Ramp Off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta KM 13

Ketiga, GT Samboja dengan Ramp On/ Ramp Off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta Km 38

Keempat, GT Palaran dengan Ramp On/Ramp Off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta km 4 (Samarinda)

“Selain itu, kami juga bersama pihak perbankan yang didukung oleh Bank Indonesia memastikan kesiapan uang elektronik sebagai alat transaksi di jalan tol, termasuk mengedukasi masyarakat, khususnya Provinsi Kalimantan Timur, untuk mulai menggunakan uang elektronik sebagai sarana pembayaran non tunai,” jelas Saragi.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terdiri dari ruas Viability Gap Fund (VGF), yaitu Seksi 1 dan 5 sepanjang 33,115 Km dan ruas investasi (Seksi 2, 3, dan 4) sepanjang 66,235 Km.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang terdiri atas lima seksi, yaitu, seksi 1 mulai dari Km 13 hingga Samboja sepanjang 22,025 Km, seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang 30,975 Km, seksi 3 dari Muara Jawa hingga Palaran sepanjang 17,300 Km.

Kemudian, seksi 4 dari Palaran hingga Jembatan Mahkota II sepanjang 17,550 Km dan seksi 5 dari Km 13 hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,500 Km. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

Bupati Mahulu Apresiasi Kehadiran Kantor Kas Bankaltimtara

Published

on

Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh.

Kaltimraya.com, Mahakam Ulu – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, memberikan apresiasi tinggi atas dibukanya Kantor Kas Bankatimtara di Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun, karena keberadaannya akan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.

“Dibukanya Kantor Kas Bankaltimtara ini tentu menjadi langkah awal dari peningkatan pelayanan perbankan kepada masyarakat di kampung-kampung yang jauh dari ibu kota kabupaten, terutama Mamahak Besar dan sekitarnya,” ujar Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, Rabu (21/8/2019).

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas peningkatan status PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara atau Bankaltimtara, ini menggambarkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan kerja sama dengan pihak lain yang berkepentingan untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Peningkatan status yang dimaksud bupati adalah dari sebelumnya status PT BPD Kaltimtara Kantor Cabang Pembantu Ujoh Bilang, kini statusnya menjadi PT BPD Kaltimtara Kantor Cabang Mahulu, bahkan kini punya Kantor Kas Mamamak Besar.

Sebelumnya, saat meresmikan Kantor Kas Bankaltimtara di Mamamak Besar, ia meyakini kantor kas tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar seperti kemudahan memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pangan Sejahtera , Kredit Perikanan, Kredit Perternakan Sejahtera, Kredit Sawit Sejahtera (4S), dan berbagai jenis kredita lain.

Sementara Dirut Bankaltimtara Zainuddin Fanani, dalam kesempatan itu menyatakan peresmian PT BPD Kaltimtara Kantor Cabang Pembantu Ujoh Bilang menjadi PT BPD Kaltimtara Kantor Cabang Mahulu, termasuk diresimkannya PT BPD Kaltimtara Kantor Kas Mamamak Besar, merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam memberikan pelayanan keuangan.

Pihaknya melakukan peningkatan status karena memang hal itu menjadi kebutuhan pemerintah daerah, sehingga itu atas izin Bupati Mahulu, maka ia melakukan permintaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim untuk melakukan peningkatan. Ia bersyukr karena permintaan itu disetujui.

Selain Bupati Mahulu dan Dirut Bankaltimtara, pihak lain yang hadir dalam peresmian Kantor Kas Mamahak Besar itu antara lain Asisten Bidang Sosial, Ekonomi dan Pembangunan E Tek Hen Yohanes, Ketua TP-PKK Mahulu Yovita Bulan Bonifasius, sejumlah Anggota DPRD Mahulu, sejumlah Kepala OPD, tokoh adat, sejumlah kepala kampung, dan masyarakat setempat. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMARINDA

449 Haji Kloter 3 Tiba di Palembang

Published

on

Jamaah Embarkasi Palembang itu terbagi dalam 19 kloter yang pemulangannya dilaksanakan secara bertahap.

Kaltimraya.com, Palembang – Sebanyak 449 haji Kelompok Terbang 3 Debarkasi Palembang tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (19/8/2019) sekitar pukul 22.36 WIB.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan M. Alfajri Zabidi selaku Ketua PPIH Debarkasi Palembang melalui humas, Saefudin Latief, di Palembang, Senin (19/8/2019) malam, mengatakan dengan kedatangan mereka, jamaah haji Dembarkasi Palembang yang sudah kembali ke Tanah Air berjumlah 1.345 orang, termasuk 15 petugas kloter.

“Kloter 3 yang tiba malam ini berjumlah 449 orang, sama seperti saat berangkat. Tidak ada jamaah yang wafat ataupun tanazul,” katanya.

Jamaah kloter 3 berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Palembang. Setelah melalui proses penyambutan di aula asrama haji setempat, berupa cek kondisi kesehatan, pembagian air zam-zam lima liter per orang, pengembalian paspor, serta penyerahan tas tenteng dan bagasi, mereka diperbolehkan langsung kembali ke daerah masing-masing.

Untuk kloter 3 itu, mereka langsung pulang ke kabupaten pengembangan Ogan Komering Ulu tersebut.
Dia menjelaskan pada musim haji tahun ini Embarkasi Palembang memberangkatkan 8.509 calon haji dengan rincian Sumsel 7.166 orang, Bangka Belitung 1.248 orang, dan petugas kloter 95 orang.

Jamaah Embarkasi Palembang itu terbagi dalam 19 kloter yang pemulangannya dilaksanakan secara bertahap.
Untuk kloter 1 tiba di Palembang pada Sabtu (17/8/2019) malam dan pemulangan akan berakhir 4 September mendatang.
Hingga saat ini, jamaah haji kloter 4 hingga 19 masih berada di Tanah Suci. Mereka sedang persiapan untuk pulang.
Jumlah haji yang masih dalam perawatan karena sakit tiga orang. (vir)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending